Media Kampung – 17 April 2026 | PCNU Pidie memperkuat penyuluhan dan layanan dakwah dengan meluncurkan Buku Suluh Samara, panduan literasi dakwah yang diharapkan meningkatkan peran penyuluh di wilayah Aceh. Peluncuran buku ini merupakan kolaborasi antara PCNU Pidie dan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Acara peluncuran berlangsung pada 15 April 2024 di Kantor PCNU Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh. Acara ini dihadiri oleh Ketua PCNU Pidie, Ustadz Abdul Hadi, serta perwakilan Kemenag Aceh, Dr. H. Nizam.
Buku Suluh Samara dirancang sebagai pedoman praktis bagi penyuluh dakwah dalam menyampaikan materi keagamaan secara mudah dipahami. Isi buku mencakup metode literasi, contoh ceramah, dan strategi interaktif yang relevan dengan masyarakat lokal.
Total produksi buku mencapai 5.000 eksemplar, yang didistribusikan kepada 200 kelompok penyuluh di seluruh kabupaten Pidie. Distribusi ini diharapkan menutupi kebutuhan literasi dakwah selama satu tahun ke depan.
Ustadz Abdul Hadi menyatakan, "Buku Suluh Samara menjadi cahaya bagi penyuluh dalam menyalakan semangat keagamaan masyarakat," kata beliau menekankan pentingnya sumber belajar yang kontekstual.
Dr. Nizam menambahkan, "Kerja sama ini memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas dakwah," pendapatnya menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung literasi keagamaan.
PCNU Pidie sejak 2020 telah meningkatkan program penyuluhan dengan mengadakan pelatihan rutin bagi para muballigh. Namun, tantangan literasi dan akses materi masih menjadi hambatan utama.
Dengan hadirnya Buku Suluh Samara, tantangan tersebut dapat diatasi melalui materi yang terstandarisasi dan mudah diakses. Buku ini juga memuat contoh bahasa lokal yang sesuai dengan budaya Aceh.
Sasaran utama buku ini adalah penyuluh dakwah, muballigh, dan tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Selain itu, buku ini juga dapat dijadikan referensi bagi guru madrasah dan santri.
Distribusi buku dilakukan melalui jaringan PCNU, meliputi kantor cabang, majelis taklim, dan lembaga pendidikan Islam di Pidie. Setiap penerima diminta mengisi laporan penggunaan untuk evaluasi efektivitas.
Tim evaluasi PCNU Pidie akan melakukan survei triwulanan guna menilai dampak buku terhadap kualitas dakwah. Hasil survei akan menjadi dasar perbaikan materi di edisi selanjutnya.
Selain versi cetak, Buku Suluh Samara juga tersedia dalam format digital yang dapat diunduh melalui portal resmi PCNU. Versi digital memudahkan penyebaran cepat ke daerah terpencil dengan koneksi internet terbatas.
Para ahli menilai bahwa peningkatan literasi dakwah akan memperkuat pemahaman agama dan menurunkan potensi radikalisasi. Implementasi buku diharapkan menciptakan lingkungan keagamaan yang lebih inklusif.
Masyarakat Pidie menyambut baik peluncuran buku, dengan banyak kelompok taklim yang mengajukan permohonan tambahan eksemplar. Antusiasme ini mencerminkan kebutuhan nyata akan bahan dakwah yang relevan.
PCNU Pidie berencana mengembangkan seri lanjutan buku yang mengangkat tema kepemudaan, ekonomi syariah, dan kebudayaan lokal. Rencana tersebut selaras dengan visi PCNU untuk menjadi pusat inovasi keagamaan.
Kementerian Agama menegaskan komitmen pendanaan untuk proyek literasi dakwah di seluruh provinsi Aceh selama lima tahun ke depan. Dukungan ini termasuk pelatihan penyuluh dan penyediaan materi digital.
Saat ini, lebih dari 70 persen eksemplar Buku Suluh Samara telah disalurkan ke lapangan dan digunakan dalam program penyuluhan rutin. Feedback awal menunjukkan peningkatan partisipasi jamaah dalam kegiatan keagamaan.
Dengan langkah konkret ini, PCNU Pidie memperkuat layanan dakwahnya dan meneguhkan peran penyuluh sebagai ujung tombak pendidikan agama. Ke depan, harapannya buku ini menjadi standar referensi bagi seluruh jaringan dakwah di Aceh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan