Media Kampung – Dalam leg kedua semifinal Liga Champions wanita pada 3 Mei 2026, kiper Bayern Munich, Ena Mahmutovic, harus mengenakan baju pemanasan kuning cerah alih-alih seragam resmi karena tim tidak membawa jersey yang disetujui UEFA. Kejadian ini menimbulkan kehebohan di Camp Nou dan memaksa Barcelona menyediakan jersey pengganti dengan nama serta nomor Mahmutovic.

Menurut laporan Getty Images Sport yang diterjemahkan oleh tim editorial, Mahmutovic memasang jersey kuning selama 90 menit karena warna standar Bayern dianggap terlalu mirip dengan seragam Barcelona atau seragam wasit, kata komentator ZDF Claudia Neumann. UEFA mengharuskan warna jersey kiper tidak menyerupai tim lawan atau petugas pertandingan.

Seragam pengganti yang dipinjamkan Barcelona menampilkan nama Mahmutovic dan nomor punggung 1, namun celana dan kaus kaki tetap berwarna oranye, selaras dengan aksen oranye pada lengan jersey Bayern. Penampilan oranye tersebut tidak menimbulkan konflik visual dengan seragam tim lawan yang berwarna putih, merah tua, atau biru tua.

Keputusan UEFA terkait warna jersey muncul setelah inspeksi pra-pertandingan di mana petugas menolak jersey Bayern karena potensi kebingungan visual. Bayern pun terpaksa meminta bantuan Barcelona, yang dengan cepat menyiapkan jersey darurat tanpa mengganggu prosedur administratif.

Di lapangan, Barcelona membuka keunggulan lewat gol Salma Paralluelo pada menit ke-13. Bayern mencoba menyamakan kedudukan lewat Linda Dallmann pada menit ke-17, namun Alexia Putellas kembali memimpin lewat gol pada menit ke-22.

Setelah jeda pertama, Ewa Pajor menambah keunggulan Barcelona pada menit ke-55, tetapi Putellas kembali mencetak gol pada menit ke-58, memperkuat selisih menjadi 3-1. Bayern tetap berjuang, dan Pernille Harder mengurangi selisih menjadi 3-2 pada menit ke-71.

Menit ke-90, Harder tampak mencetak gol ke-3 untuk Bayern, namun VAR membatalkan gol tersebut setelah Dallmann diduga melanggar pemain lawan saat proses gol. Keputusan VAR menegaskan hasil akhir 2-4 untuk Barcelona.

Setelah pertandingan, pelatih Bayern mengakui kekurangan persiapan perlengkapan, sementara perwakilan UEFA menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi warna seragam demi kejelasan visual.

Kejadian ini juga menjadi sorotan media internasional, termasuk laporan ZDF yang menyoroti kebijakan UEFA tentang warna seragam. Sebagai tanggapan, Bayern berjanji akan mengevaluasi prosedur logistik tim untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Di fase selanjutnya, Barcelona melaju ke final Liga Champions wanita yang dijadwalkan pada 23 Mei 2026 di Oslo, Norwegia, dimana mereka akan bertemu Olympique Lyon. Sementara itu, Bayern harus menutup kampanye mereka di semifinal.

Jule Brand, pemain Jerman yang berperan penting bagi Lyon, mencetak gol dan memberikan assist dalam kemenangan 3-1 melawan Arsenal pada leg kedua semifinal, menegaskan kesiapan Lyon untuk final.

Insiden seragam Bayern menjadi pelajaran penting bagi klub-klub top dalam mengelola peralatan resmi, terutama pada kompetisi tingkat tinggi yang mengharuskan kepatuhan ketat terhadap standar UEFA.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.