Media Kampung – Bangkerok, jajanan ketan tradisional, tetap eksis meski tren kuliner modern semakin berkembang pesat. Makanan ini memiliki ciri khas berupa ketan yang dikukus lalu diisi dengan bumbu kacang merah yang gurih dan manis.
Bahan utama bangkerok adalah beras ketan yang dimasak hingga menjadi nasi ketan. Di bagian tengahnya terdapat isian bumbu kacang merah yang dicampur dengan bawang putih, cabai rawit, dan gula, memberikan rasa yang unik dan menggugah selera. Anjel, seorang pedagang bangkerok, menjelaskan bahwa resep ini merupakan warisan keluarganya dari sang ibu yang telah meninggal dunia.
Sudah empat tahun Anjel menjalankan usaha jual bangkerok secara online. Ia menerima pesanan untuk berbagai acara seperti pengajian dan arisan. Dalam sehari, Anjel bisa mengolah sekitar lima kilogram ketan, yang setara dengan 50 porsi bangkerok. Harga jualnya pun cukup terjangkau, yakni Rp12 ribu untuk ukuran kecil dan Rp25 ribu untuk ukuran besar.
Selain varian original dengan isian kacang, Anjel juga menawarkan kreasi bangkerok dengan tambahan pisang matang dan susu cokelat. Ia menilai ketan sangat fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai bahan makanan lain.
Pesanan bangkerok dari Anjel tidak hanya datang dari sekitar tempat tinggalnya saja, tapi juga sudah dikirim ke berbagai daerah seperti Bali dan Bromo. Bahkan ia pernah menerima pesanan hingga 100 porsi untuk acara pengajian di luar kota. Ia mempertahankan eksistensi bangkerok dengan memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut dan media sosial Facebook.
Anjel berharap masyarakat terus melestarikan jajanan tradisional khas daerah seperti bangkerok agar tidak punah di tengah derasnya perkembangan kuliner modern saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan