Media Kampung – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda tidak memenuhi kriteria sebagai pandemi. Meskipun demikian, WHO menetapkan situasi ini sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), menandakan bahwa masalah kesehatan ini memerlukan perhatian internasional.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Jenewa. Penetapan status PHEIC ini adalah hasil dari pertemuan komite darurat WHO yang berlangsung pada 19 Mei 2026, setelah sebelumnya status yang sama diumumkan pada 17 Mei 2026.
Komite darurat WHO menilai bahwa meskipun wabah ini tidak dikategorikan sebagai pandemi, risiko penyebarannya di tingkat nasional dan regional tetap tinggi. Namun, risiko tersebut dianggap rendah secara global. WHO mencatat saat ini terdapat 51 kasus Ebola yang terkonfirmasi di provinsi Ituri dan North Kivu di DRC.
Data lebih lanjut menunjukkan bahwa di Uganda, tercatat dua kasus terkonfirmasi, satu di antaranya berujung pada kematian. Kasus tersebut diketahui berasal dari individu yang melakukan perjalanan dari DRC. Selain itu, WHO juga mencatat hampir 600 kasus dugaan dan 139 kematian yang masih dalam proses penyelidikan.
WHO memperkirakan bahwa jumlah kasus yang dilaporkan kemungkinan lebih rendah daripada kenyataan di lapangan. Hal ini disebabkan oleh virus yang telah menyebar sebelum deteksi dilakukan secara efektif. Oleh karena itu, WHO menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi untuk mencegah lebih banyak korban jiwa akibat wabah ini.
Dalam upaya penanganan, WHO telah mengirimkan tenaga medis, peralatan, serta dana untuk mendukung negara-negara yang terdampak. Tedros juga mengumumkan tambahan dana darurat sebesar 3,4 juta dolar AS untuk membantu penanganan situasi ini. WHO menegaskan bahwa diperlukan respons internasional yang lebih kuat untuk mengendalikan penyebaran virus ini dan melindungi kesehatan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan