Media Kampung – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kesiapannya untuk memesan produk makanan pendamping ASI bernama Nutri Sun D3, yang dikembangkan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk memenuhi kebutuhan balita terdampak bencana.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa kelompok anak-anak, bayi, ibu hamil, dan menyusui merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus saat bencana. Biasanya, bantuan yang diberikan adalah mie instan, beras, sarden, dan pakaian, sementara kebutuhan khusus seperti susu dan makanan bayi diurus sendiri oleh BNPB karena bersifat sementara.

Dalam kunjungannya ke kantor BNPB di Jakarta, Rektor UNDIP bersama tim peneliti memaparkan inovasi Nutri Sun D3 yang dibuat oleh Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP. Letjen Suharyanto menyatakan minatnya untuk segera memesan produk ini, khususnya untuk disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Ia menekankan bahwa asalkan produk telah memiliki izin resmi, teruji oleh BPOM, dan tersertifikasi halal, BNPB akan segera memasukkan Nutri Sun D3 ke dalam e-katalog untuk pemesanan cepat.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, mengatakan bahwa produk ini awalnya dikembangkan untuk mengatasi masalah stunting pada balita, namun juga sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di daerah bencana. Nutri Sun D3 diproduksi menggunakan bahan lokal seperti isolat protein kedelai, ubi, bayam, dan brokoli, yang diperkaya dengan vitamin D3 untuk mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak.

Direktur Inovasi dan Kerjasama UNDIP, drh. Dian Wahyu Harjanti, menjelaskan bahwa Nutri Sun D3 menggunakan teknologi pengeringan beku (freeze drying), yang mampu menjaga kandungan gizi, warna, dan rasa bahan, sekaligus memperpanjang masa simpan produk. Teknologi ini membuat produk praktis digunakan sebagai pangan harian maupun pangan darurat saat bencana terjadi.

Uji coba lapangan produk ini pernah dilakukan saat bencana banjir di Sumatera Barat pada tahun 2025, di mana Nutri Sun D3 diberikan kepada bayi dan balita selama 15 hari. Hasilnya menunjukkan berat badan anak tetap stabil bahkan ada yang meningkat, membuktikan efektivitas produk sebagai solusi pangan darurat bagi kelompok rentan.

Kerja sama antara UNDIP dan BNPB diharapkan mendukung program nasional dalam percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kesiapan pangan bagi bayi dan balita di daerah rawan bencana. Inovasi ini juga menunjukkan kemampuan riset UNDIP dalam menghasilkan produk yang membawa manfaat nyata untuk masyarakat luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.