Media Kampung – Terminal Blambangan di Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi, tidak hanya berfungsi sebagai pemberhentian angkot, melainkan juga menyelenggarakan layanan kesehatan gratis setiap Jumat. Program ini diinisiasi oleh Dinas Perhubungan Banyuwangi dan telah berjalan sejak 2019.
Selama lebih dari tujuh tahun, layanan tersebut telah melayani ribuan warga, dimulai pada tahun 2019 dan terus berlanjut hingga kini.
Awalnya, layanan difokuskan pada sopir angkot dan pelajar yang menjadi penumpang tetap terminal. Pada tahun 2022, cakupan layanan diperluas untuk melayani masyarakat umum di sekitar area terminal.
Kepala UPT Terminal Blambangan, Slamet Karyadi, menjelaskan, “Tujuannya agar para sopir dan pelajar berangkat dalam kondisi sehat.”
Sejak 2022, ia menambahkan, “Kami membuka layanan ini untuk masyarakat umum karena banyak pelaku usaha di sekitar pasar tidak sempat ke puskesmas.”
Lokasi terminal yang berdekatan dengan pasar dan pusat aktivitas ekonomi membuatnya menjadi tempat strategis bagi layanan kesehatan mudah diakses.
Setiap Jumat, layanan dimulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB, dengan kemampuan melayani sekitar 50 hingga 70 orang per sesi.
Untuk menambah kenyamanan, petugas menyediakan kue kotak bagi peserta yang belum sempat sarapan.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Singotrunan yang secara sukarela hadir di terminal.
Layanan mencakup cek gula darah, tekanan darah, serta deteksi dini keluhan kesehatan lainnya, seluruhnya tanpa biaya.
Jika ditemukan indikasi penyakit serius, peserta langsung dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan.
Data terminal mencatat bahwa selama satu tahun terakhir, rata-rata 60 orang per Jumat telah mendapatkan layanan, dengan peningkatan partisipasi sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Warga menyatakan rasa puas karena layanan tersebut menghemat waktu dan biaya transportasi ke fasilitas kesehatan.
Program ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan, karena petugas memberikan penyuluhan singkat mengenai pola makan sehat dan pentingnya olahraga.
Biaya operasional layanan ditanggung oleh anggaran Dinas Perhubungan Banyuwangi, dengan dukungan logistik dari terminal.
Pihak terminal berencana menambah variasi layanan, seperti pemeriksaan mata dan gigi, bila sumber daya memungkinkan.
Inisiatif serupa juga telah diterapkan di beberapa terminal lain di Jawa Timur, sebagai upaya pemerintah daerah meningkatkan akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan.
Namun, kendala utama tetap pada keterbatasan tenaga medis yang dapat hadir secara rutin dan kebutuhan akan fasilitas ruang pemeriksaan yang lebih memadai.
Hingga kini, layanan tetap berjalan setiap Jumat, dan terminal terus mengoptimalkan prosedur untuk melayani lebih banyak warga pada hari yang sama.
Dengan keberlanjutan layanan kesehatan gratis ini, Terminal Blambangan tidak hanya menjadi titik transit, melainkan juga pusat pelayanan publik yang mendukung kesehatan masyarakat Banyuwangi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply