Media Kampung – Sebuah celah keamanan serius pada browser Chrome memungkinkan perangkat ponsel pengguna berubah menjadi bagian dari botnet tanpa sepengetahuan mereka. Kerentanan ini sudah dilaporkan ke Google sejak tahun 2022 namun sampai saat ini belum mendapat perbaikan.

Celah ini berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengendalikan ponsel secara tersembunyi dan memasukkannya ke dalam jaringan botnet. Botnet sendiri adalah kumpulan perangkat yang disusupi malware dan dikontrol secara massal untuk berbagai aktivitas jahat, seperti serangan DDoS atau penyebaran spam.

Kasus ini pertama kali ditemukan dan dilaporkan pada tahun 2022. Meski sudah disampaikan ke pihak Google, belum ada pembaruan atau patch yang dirilis untuk menutup celah tersebut. Kondisi ini membuka peluang bagi penjahat siber untuk mengeksploitasi perangkat pengguna yang menjalankan Chrome, khususnya di ponsel.

Kerentanan ini menjadi perhatian serius mengingat Chrome merupakan browser yang paling banyak digunakan di dunia. Ketika celah tersebut berhasil dimanfaatkan, ponsel bisa diakses dari jarak jauh dan dimasukkan ke dalam botnet tanpa disadari pemiliknya.

Belum ada keterangan resmi dari Google mengenai kapan perbaikan akan dilakukan. Sementara itu, pengguna disarankan untuk selalu memperbarui aplikasi dan sistem operasi perangkat mereka secara berkala, serta waspada terhadap aktivitas mencurigakan pada ponsel.

Kondisi ini mengingatkan pentingnya keamanan siber dan pengawasan ketat terhadap aplikasi yang digunakan sehari-hari. Para ahli keamanan juga terus mengawasi perkembangan isu ini agar dapat segera ditemukan solusi yang efektif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.