Media Kampung – Memasuki usia 20-an, banyak individu justru mengalami ketidaktenangan yang berujung pada kebingungan dalam menghadapi berbagai tuntutan hidup. Fenomena ini dikenal sebagai Quarter Life Crisis, yang menjadi topik pembahasan dalam program Jaga Malam di Pro 2 FM RRI Jember pada 14 Mei 2026.
Diskusi tersebut menghadirkan Fingga Fales Andriansyah dan Najwa Farras J.C., mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember, yang membedah realitas yang dialami anak muda saat melalui masa transisi dari remaja menuju dewasa awal. Najwa menjelaskan bahwa Quarter Life Crisis adalah hal yang wajar mengingat usia 20-an merupakan periode seseorang mencari identitas diri sambil menghadapi tekanan ekspektasi dan tanggung jawab yang mulai meningkat.
Fingga menegaskan bahwa kesuksesan setiap orang berbeda-beda dan media sosial tidak mencerminkan realitas sebenarnya. Ia mengingatkan agar tidak mengukur hidup berdasarkan perjalanan orang lain yang terlihat di timeline sosial media. Diskusi juga mengungkap bahwa banyak anak muda memilih menyembunyikan perasaan lelah dan berusaha tampil baik-baik saja di hadapan publik karena takut dianggap lemah atau dinilai oleh lingkungan sekitar.
Untuk mengatasi fase ini, para narasumber menyarankan agar mulai menata hidup dengan membuat daftar kegiatan harian dan memperbaiki pola hidup, termasuk menjaga waktu tidur agar terhindar dari insomnia. Selain itu, penting untuk memberikan waktu beristirahat dan melakukan refleksi diri sebagai cara untuk memulihkan keseimbangan mental.
Mereka mengingatkan bahwa Quarter Life Crisis bukan tanda kegagalan, melainkan bagian alami dari proses tumbuh kembang. Pesan terakhir yang disampaikan adalah agar tidak merasa kecil hati dan fokus mempersiapkan diri dengan baik demi mencapai hasil yang maksimal di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan