Media Kampung – Serangan rudal dan drone besar-besaran Rusia pada Senin (15/6) menghantam sejumlah kota di Ukraina, menewaskan sedikitnya 11 orang dan memicu kebakaran di Katedral Dormition, bagian dari kompleks biara bersejarah Kyiv-Pechersk Lavra yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Serangan ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir, dengan gelombang rudal dan drone yang menyasar ibu kota Kyiv dan wilayah lainnya.

Menurut laporan Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone dalam serangan tersebut, sebagian besar diarahkan ke Kyiv. Sistem pertahanan udara Ukraina berupaya mencegat serangan, namun warga sipil menjadi korban. Menteri Dalam Negeri Ukraina, Igor Klymenko, mengkonfirmasi bahwa lima petugas penyelamat tewas saat memadamkan kebakaran di Kharkiv akibat serangan berulang. Sementara itu, di Kyiv, lima orang tewas dan 25 lainnya luka-luka. Satu korban jiwa juga dilaporkan di Kherson, kota yang berada di dekat garis depan pertempuran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan yang menyebabkan atap Katedral Dormition terbakar. Ia menyebutnya sebagai salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini. Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Media Kampung, Zelensky mendesak para pemimpin G7 yang tengah berkumpul di Prancis untuk memberikan respons yang lebih tegas terhadap Moskow. “Kami membutuhkan lebih banyak tekanan terhadap agresor dan lebih banyak dukungan bagi pertahanan udara Ukraina, khususnya kemampuan anti-rudal balistik,” ujarnya.

Di sisi lain, militer Rusia mengklaim serangan itu menargetkan fasilitas militer Ukraina di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Namun, dampak terhadap situs warisan budaya menimbulkan kecaman internasional. Serangan drone Ukraina sebagai balasan ke kota Tula di Rusia, sekitar 200 kilometer di selatan Moskow, dilaporkan menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya menurut otoritas setempat.

Kebakaran di Katedral Dormition berhasil dipadamkan, namun kerusakan parah terjadi pada atap bangunan bersejarah tersebut. Kompleks Kyiv-Pechersk Lavra telah menjadi pusat keagamaan dan budaya Ortodoks selama berabad-abad, dan statusnya sebagai warisan UNESCO menjadikan serangan ini sebagai pukulan bagi warisan budaya dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.