Media Kampung – Tim Valiandru Logawa dari Universitas Jember menjuarai NTU Bridge Design Competition 2026, meraih Juara 1 Internasional dan mengalahkan 233 tim ASEAN.
Tim terdiri atas Haydar Mousa Robbani, Moch. Alfarizki Samputra, dan Jalu Ilyas Setyoputro, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UNEJ.
Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan pada 12 April 2026 di Nanyang Technological University, Singapura, dan diikuti oleh 234 tim dari universitas ternama dunia.
Mereka mengikuti lomba untuk melanjutkan tradisi kakak tingkat yang sebelumnya telah meraih tiga kali juara berturut‑turut.
Pengalaman kompetisi tingkat nasional sejak masa kuliah pertama memberi mereka kepercayaan diri dan keahlian teknis yang signifikan.
Desain jembatan yang diajukan sederhana namun kuat, menggunakan kombinasi kayu balsa dan kayu bass yang direkatkan dengan lem adhesive.
Karena bahan yang diberikan terbatas, tim mengoptimalkan manajemen kayu dengan menyesuaikan tipe kayu pada setiap elemen struktural.
Penilaian menitikberatkan pada kekuatan, efisiensi, dan inovasi material, sehingga struktur efisien tim Valiandru Logawa memperoleh nilai tertinggi.
Selama kompetisi, mereka menekankan pentingnya komunikasi, mental, dan kestabilan emosional untuk menyelesaikan masalah cepat.
Dukungan alumni, fakultas, dan universitas menyediakan pendanaan serta fasilitas latihan yang memadai bagi persiapan tim.
Di babak final offline, mereka mengalahkan tim Institut Teknologi Bandung (posisi dua) dan Universitas Brawijaya (posisi tiga).
Koordinator Program Studi Teknik Sipil, Dr. Ketut Aswatama Wiswamitra, menyatakan prestasi ini menunjukkan kemampuan prodi bersaing di level internasional.
Ia menambahkan bahwa pendampingan intensif dosen dan tradisi pengetahuan dari senior ke junior menjadi kunci keberhasilan.
Dr. Ketut mengajak mahasiswa lain untuk terus berkompetisi, karena lomba memaksa penerapan ilmu secara praktis.
Saat ini tim Valiandru Logawa sedang mempersiapkan presentasi hasil penelitian di konferensi nasional, sementara UNEJ merencanakan program pelatihan desain jembatan yang lebih intensif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply