Media Kampung – Menhan RI menerima Kunjungan Dubes Sudan pada Selasa, 21 April 2026, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Sudan.

Pertemuan berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan Jakarta dan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Dr. Yassir Mohamed Ali.

Menhan Sjafrie menekankan pentingnya memperdalam kolaborasi militer, mengingat kedekatan nilai dan sejarah persahabatan kedua negara sejak era Pergerakan Non-Blok.

Dubes Sudan menyatakan harapannya agar kerja sama di bidang pelatihan, teknologi, serta partisipasi dalam misi perdamaian dapat segera terwujud.

Hubungan Indonesia‑Sudan telah terjalin sejak kemerdekaan Sudan pada 1956, dengan dukungan Indonesia dalam bidang pendidikan dan pembangunan infrastruktur pada dekade 1960‑1970.

Dalam diskusi, kedua pihak menyoroti potensi kerjasama di bidang pertahanan udara, pembelian peralatan militer, serta pertukaran personel militer untuk program pelatihan bersama.

Beberapa nota kesepahaman diperkirakan akan ditandatangani, mencakup program beasiswa militer, kunjungan studi, dan kolaborasi riset pertahanan.

Penguatan hubungan ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi kedua negara dalam forum regional seperti IGAD dan ASEAN‑Africa Dialogue.

Rencananya, kunjungan lanjutan akan dijadwalkan pada akhir tahun 2026 untuk meninjau progres implementasi kesepakatan yang telah dibahas.

Saat ini, kerja sama bilateral berada pada tahap finalisasi dokumen, dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas pertahanan dan memperluas jaringan diplomatik Indonesia di Afrika.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.