Media Kampung – 13 April 2026 | Iran menegaskan pada 13 April 2026 bahwa negara itu tidak akan menyerah pada ancaman apa pun yang dilontarkan oleh Amerika Serikat, sekaligus menegaskan kesiapan untuk menjawab secara logis maupun militer.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers di Tehran, menambahkan bahwa Teheran telah menunjukkan inisiatif positif selama perundingan dengan Washington.
"Jika kalian berperang, kami juga akan berperang. Namun jika kalian datang dengan logika, kami akan merespons dengan logika," ujar Qalibaf, menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan apa pun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari yang sama mengumumkan rencana blokade kapal di Selat Hormuz, dengan US Central Command menyatakan bahwa tindakan tersebut akan mulai berlaku pada 13 April.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menanggapi ancaman tersebut dengan menyebutnya pelanggaran gencatan senjata dan memperingatkan bahwa kapal militer AS yang mendekati selat akan ditindak tegas.
Pasar energi global merespon dengan cepat; harga Brent naik lebih dari 7 % menjadi sekitar US$102 per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat meningkat lebih dari 8 % hingga US$104 per barel.
Selat Hormuz tetap menjadi jalur strategis, mengalirkan sekitar satu per lima pasokan minyak dunia setiap hari, termasuk produksi dari Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Iran.
Negosiasi intensif selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, yang dimediasi oleh Islamabad, berakhir tanpa kesepakatan, menimbulkan tudingan saling menyalahkan antara kedua negara.
Washington menuntut komitmen tegas Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir serta menolak akses pada teknologi yang dapat mempercepat program nuklir, menyebut hal tersebut sebagai garis merah yang tak dapat dinegosiasikan.
Iran menolak tuntutan tersebut, menyatakan bahwa tekanan militer, ekonomi, atau politik tidak akan memaksa negara itu mengubah kebijakan nuklirnya.
Ribuan warga Iran turun ke jalan sejak akhir Februari 2026 untuk mendukung pemerintah setelah serangan bersama AS‑Israel, memperkuat posisi tawar negosiator Teheran dalam perundingan.
Angkatan Laut Iran terus memantau pergerakan kapal di Hormuz dan menyatakan akan tetap membuka jalur bagi kapal non‑militer yang mematuhi aturan, sambil menegaskan kontrol atas wilayah tersebut.
Situasi tetap tegang; kedua belah pihak menyiapkan langkah selanjutnya sambil menunggu perkembangan diplomatik yang dapat meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan