Media Kampung – 12 April 2026 | Tiga anak buah kapal (ABK) Indonesia selamat dari serangan rudal yang menimpa kapal dagang MV Gold Autumn di Laut Arab, dan kini berada di Karachi, Pakistan.

Serangan terjadi pada Selasa, 7 April 2026, sekitar 200 mil laut (370 km) dari pantai Pakistan, ketika tiga rudal menghantam kapal secara bersamaan, menimbulkan kebakaran besar dan kerusakan sistem navigasi.

Kapalan berlayar dengan bendera Panama, dioperasikan oleh perusahaan asal China, dan tengah melakukan perjalanan dari Shanghai menuju Oman dengan 22 awak dari China, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, dan Indonesia.

Angkatan Laut Pakistan menerima panggilan darurat pada 8 April, mengirimkan tim penyelamat yang mengevakuasi 18 awak, sementara empat orang, termasuk kapten, memilih tetap berada di atas kapal.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi menemuhi tiga ABK Indonesia, memberikan pemeriksaan medis, pertolongan pertama, dan menempatkan mereka di hotel dekat bandara.

Para korban kehilangan semua harta benda dan dokumen pribadi akibat kebakaran, hanya pakaian dan ponsel yang berhasil diselamatkan.

KJRI Karachi segera memproses dokumen perjalanan darurat, berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kapal untuk menegakkan hak-hak pekerja, serta menyiapkan tiket kepulangan.

“Kami memastikan hak-hak ABK terpenuhi dan mereka dapat kembali ke Indonesia secepatnya,” ujar Pejabat Konsuler yang menangani kasus tersebut.

Heni Hamidah, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, menegaskan ketiga WNI telah mendapatkan tiket penerbangan kembali ke Indonesia yang dijadwalkan tiba pada 12 April 2026.

Penyebab rudal masih diselidiki oleh otoritas Pakistan; sampai saat ini belum ada kelompok yang mengklaim tanggung jawab.

Insiden ini terjadi dalam konteks meningkatnya ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, yang mengganggu jalur perdagangan internasional.

Pemerintah Indonesia mengimbau sejarawan pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga komunikasi dengan perwakilan diplomatik, dan mematuhi protokol keselamatan.

KJRI Karachi, Kedutaan Besar RI di Islamabad, dan Angkatan Laut Pakistan terus berkoordinasi untuk mempercepat proses repatriasi ketiga ABK.

Ketiga pelaut Indonesia menyatakan terima kasih atas respon cepat dari Angkatan Laut Pakistan serta bantuan konsuler Indonesia dalam mengatasi situasi darurat.

Kasus ini menegaskan kerentanan jalur perdagangan global serta pentingnya dukungan diplomatik bagi pekerja Indonesia di luar negeri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.