Media Kampung – Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih juara pertama sekaligus penghargaan Best Presentation dalam ajang International Geothermal Development Plan Competition yang berlangsung di Universitas Diponegoro pada 25 April 2026. Prestasi ini diraih lewat rancangan pengembangan lapangan geotermal di Flores yang mereka kembangkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kompetisi INCEPTION 2026 yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) dan Society of Exploration Geophysicists (SEG) Undip Student Chapter, bersama kolaborator Geoenergis, menantang mahasiswa S1 dari berbagai disiplin untuk merancang rencana pengembangan lapangan geotermal berdasarkan studi kasus nyata. Tim Raja Firngawi ITB yang terdiri dari Abhipraya Sava Oranto, Bryan Asa Sumirat, Raihan Firdaus Amoreza, dan Andika Sukmana mengambil peran sesuai keahlian masing-masing dari jurusan Teknik Perminyakan dan Teknik Geofisika.
Dalam kompetisi tersebut, mereka mengangkat studi kelayakan awal lapangan geotermal di Desa Sokoria, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Lokasi yang menantang dengan medan terjal dan dekat permukiman warga mengharuskan tim merancang penempatan sumur yang efektif namun minim dampak lingkungan. Tim mengusulkan pengembangan lapangan secara bertahap dengan target kapasitas pembangkit listrik sebesar 50 MW menggunakan teknologi single flash.
Abhipraya sebagai project manager mengatur jalannya proyek, Bryan bertanggung jawab pada desain pengeboran sumur, Andika mengkaji data geologi dan geofisika untuk menentukan lokasi reservoir, sedangkan Raihan fokus pada rancangan sistem pembangkit listrik yang optimal. Proses pengerjaan penuh dinamika terutama saat mereka harus merevisi pendekatan analisis geolistrik yang menjadi dasar perhitungan teknis tim.
Keberhasilan tim dalam presentasi juga mendapat perhatian khusus dewan juri. Mereka tampil dalam waktu 15 menit dengan materi yang padat dan terstruktur, didukung referensi ilmiah yang kuat. Andika memimpin jalannya presentasi sehingga setiap poin disampaikan dengan tepat dan jelas.
Tim juga menggarisbawahi potensi besar energi panas bumi di Indonesia yang merupakan produsen geotermal terbesar kedua dunia, sekaligus tantangan yang masih dihadapi seperti investasi awal yang tinggi dan persepsi negatif terkait dampak lingkungan. Raihan menuturkan bahwa kompetisi ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan pentingnya kerja keras dan konsistensi.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi dan dedikasi yang tinggi antar anggota tim serta dukungan dari dosen dan senior. Mereka berharap capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan solusi energi terbarukan yang inovatif dan berkelanjutan di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan