Media Kampung – Grup musik MALIQ DEssentials merilis single terbaru berjudul “Arah Labuh” menjelang rangkaian perayaan perjalanan karier mereka menuju usia 25 tahun. Lagu ini menjadi pembuka menuju album terbaru dan pameran yang mengeksplorasi perjalanan kreatif mereka. “Arah Labuh” membawa pesan tentang keberanian mengambil langkah meski seseorang belum mengetahui seluruh jawaban di depan.
Melalui metafora bintang, samudra, dan tempat berlabuh, MALIQ DEssentials mengajak pendengar untuk terus mengejar mimpi dan membuka diri terhadap kemungkinan baru. Lagu ini ditulis oleh Widi Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana bersama personel lainnya, dan sekaligus menandai fase baru perjalanan musikal grup yang dikenal melalui perpaduan jazz, soul, dan pop modern.
Arah Labuh Lahir pada Hari Terakhir Pengerjaan Album
Ada cerita menarik di balik penciptaan “Arah Labuh”. Menurut laporan media musik Pophariini, lagu ini justru tercipta ketika materi album sebenarnya telah rampung. Widi Puradiredja mengungkapkan bahwa lagu tersebut muncul saat para personel berkumpul di studio pada hari terakhir proses pengerjaan album. Ide baru itu kemudian berkembang dengan cepat hingga menjadi sebuah lagu.
“Albumnya sudah selesai, sudah tidak ada opsi untuk membuat lagu lagi,” ungkap Widi. Sementara itu, Indah Wisnuwardhana juga menjelaskan pesan yang ingin mereka sampaikan melalui lagu tersebut. Ia menghubungkan perjalanan mengejar mimpi dengan pentingnya membawa rasa nyaman dan kedekatan batin ke mana pun kehidupan membawa seseorang.
Kisah di balik penciptaan tersebut memperlihatkan bahwa proses kreatif tidak selalu berjalan sesuai rencana. Bahkan, ketika sebuah album dianggap selesai, pertemuan dan eksplorasi masih dapat melahirkan gagasan baru.
Mengangkat Keberanian Menghadapi Ketidakpastian
Secara tematik, “Arah Labuh” berbicara tentang perjalanan seseorang dalam mengejar tujuan hidup. Lagu ini tidak menuntut pendengarnya memiliki semua jawaban sebelum mulai melangkah. Metafora bintang menggambarkan tujuan yang ingin dicapai. Sementara itu, samudra dan tempat berlabuh menyiratkan perjalanan panjang yang memungkinkan seseorang menemukan pengalaman serta pemahaman baru.
Pesan tersebut membuat “Arah Labuh” tidak hanya berbicara tentang mimpi. Lagu ini juga mengingatkan bahwa keraguan dan perubahan arah merupakan bagian dari proses yang wajar. Pendekatan ini terasa sejalan dengan perjalanan MALIQ DEssentials selama lebih dari dua dekade, di mana grup tersebut terus mengembangkan musikalitasnya sambil menjaga karakter yang telah dikenal pendengar.
Menatap Babak Baru Tanpa Kehilangan Identitas
“Arah Labuh” merangkum semangat MALIQ DEssentials untuk terus bergerak dan menjelajahi kemungkinan baru. Pesan itu sejalan dengan langkah mereka menyiapkan album, pameran, dan kolaborasi lintas generasi. Perjalanan panjang tidak membuat grup ini berhenti bereksperimen. Sebaliknya, pengalaman bermusik selama dua dekade lebih telah memperkaya kualitas dan kedalaman karya mereka.












