Media KampungJustin Bieber memukau penonton Coachella Week 2 dengan penampilan enerjik, menampilkan kolaborasi bersama Billie Eilish dan sejumlah bintang tamu.

Acara berlangsung pada 18 April 2026 di Empire Polo Club, Indio, California, dan menjadi puncak akhir minggu kedua festival musik bergengsi.

Penampilan dibuka dengan lagu “All I Can Take” dari album terbarunya, menegaskan semangat baru sang artis setelah tur global.

Segera setelah itu, Bieber melanjutkan dengan “Speed Demon”, menambah kecepatan tempo dan mengundang sorakan riuh penonton.

Di tengah set, ia menurunkan diri ke panggung akustik dan mempersembahkan “Go Baby” dengan gaya santai, memikat audiens yang berdiri berdekatan.

Permintaan khusus dari penonton streaming memicu kejutan, ketika Bieber menyanyikan “LYIN” sesuai permintaan mayoritas.

Salah satu momen paling menonjol terjadi saat Sexyy Red muncul, bersama Bieber mempersembahkan “Sweet Spot” yang memadukan rap dan melodi pop.

Berlanjut dengan “Mother In You”, sang vokalis menampilkan vokal kuat yang menegaskan kehadirannya di panggung utama.

Setlist kemudian menampilkan “Everything Hallelujah” dalam aransemen akustik, memberikan nuansa intim di antara kerumunan.

Kilas balik ke era awal kariernya muncul lewat “One Time”, dimana penonton menyanyikan bersama secara a capella.

Bieber mengingatkan momen itu dengan berkata, “Saya suka melihat generasi baru bernyanyi bersama saya,” sambil tersenyum.

Tak lama setelah itu, ia menambah energi dengan “Up”, sebuah lagu pop yang mengangkat suasana hati.

Kolaborasi paling menegangkan terjadi saat Billie Eilish naik ke panggung, bersama Bieber menyanyikan “One Less Lonely Girl”.

Sesaat kemudian, Billie melanjutkan dengan “Happier Than Ever” sebelum turun dari atas panggung dengan gaya dramatis.

Penonton bersorak saat Big Sean muncul, duo ini menyanyikan “As Long As You Love Me” dan “No Pressure” secara bergantian.

Sementara itu, Hailey Bieber terlihat di antara penonton, menambah kehangatan suasana keluarga.

Dijon kemudian bergabung, mempersembahkan kolaborasi “Devotion” yang menampilkan sentuhan R&B modern.

SZA muncul selanjutnya, membawakan “Snooze” dengan suara lembut, meski sempat kebingungan saat turun dari panggung, Bieber membantu menstabilkan langkahnya.

Penampilan diakhiri dengan “Daisies”, lagu andalan 2025, ditemani kembang api merah yang melukis langit malam.

Sebelum meninggalkan panggung, Bieber menutup dengan ucapan, “Saya akan kembali lagi segera, terima kasih atas cinta kalian,” mengundang tepuk tangan meriah.

Setlist lengkap mencakup lagu-lagu baru seperti “All I Can Take”, “Speed Demon”, “Go Baby”, “LYIN”, serta hits klasik seperti “One Time” dan “Baby”.

Penonton melaporkan pengalaman visual yang memukau, menyoroti pencahayaan dinamis, efek laser, dan layar raksasa yang menampilkan visual futuristik.

Keberhasilan penampilan ini meningkatkan jumlah penonton Coachella minggu kedua menjadi lebih dari 125.000 orang, menurut data resmi festival.

Media internasional mencatat bahwa kolaborasi antara Bieber dan Billie Eilish menjadi sorotan utama, menandai pertemuan dua generasi musik pop.

Para kritikus musik menilai bahwa kemampuan Bieber beradaptasi dengan genre berbeda menunjukkan evolusi artistik yang signifikan.

Selain itu, penampilan Big Sean menegaskan kembali ikatan lama antara mereka sejak kolaborasi “As Long As You Love Me” tahun 2012.

Festival Coachella sendiri telah menjadi platform bagi artis mainstream untuk bereksperimen, dan penampilan Bieber menegaskan hal tersebut.

Penggemar yang tidak dapat hadir secara langsung dapat menonton rekaman resmi melalui saluran streaming resmi Coachella, yang dirilis pada 20 April 2026.

Dengan keberhasilan ini, Bieber mengonfirmasi rencananya untuk melakukan tur dunia pada akhir tahun, termasuk kunjungan ke Asia.

Secara keseluruhan, Coachella Week 2 menegaskan posisi Justin Bieber sebagai salah satu headliner paling berpengaruh dalam industri musik modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.