Media Kampung – Bagi generasi yang tumbuh di era 1990-an hingga 2000-an, hari Minggu adalah hari sakral. Tanpa alarm, kita bangun pagi-pagi buta demi satu tujuan: mengambil posisi terdepan di depan televisi, lengkap dengan semangkuk sereal atau nasi goreng. Sebelum era streaming dan media sosial, deretan film kartun Minggu pagi adalah hiburan terbaik. Mari bernostalgia dengan lima kartun legendaris yang pernah menemani masa kecil kita.

Doraemon: Robot Kucing Biru dari Abad ke-22

Siapa yang tidak kenal Doraemon? Robot kucing berwarna biru dari abad ke-22 ini bersama Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo menjadi menu wajib pagi hari selama puluhan tahun. Daya tarik utamanya adalah kantong ajaib yang berisi alat-alat super, seperti Baling-baling Bambu, Pintu Kemana Saja, dan Konyaku Penerjemah. Alat-alat itu sukses membuat imajinasi anak-anak terbang liar. Akui saja, kita pasti pernah berharap memiliki satu alat Doraemon untuk mengerjakan PR sekolah.

Dragon Ball Z: Pertarungan Super Saiyan

Setelah suguhan santai, menjelang siang tensi layar kaca memanas berkat Dragon Ball Z. Pertarungan sengit antara Goku melawan Frieza, Cell, atau Majin Buu selalu membuat kita enggan berkedip. Kartun ini bertanggung jawab atas banyaknya anak-anak yang memperagakan gerakan Kamehameha di depan cermin atau mencoba berubah menjadi Super Saiyan dengan mengepalkan tangan dan berteriak sekencang-kencangnya.

Crayon Shin-chan: Bocah Jahil Pengundang Tawa

Kalau yang satu ini selalu berhasil membuat kita tertawa sekaligus memicu omelan orang tua. Nohara Shinnosuke alias Shin-chan adalah bocah TK berusia 5 tahun yang super jahil, genit, dan punya tingkah laku ajaib. Meski sering dianggap membawa pengaruh kurang baik karena kelakuannya yang terlalu dewasa, humor absurd Shin-chan, anjing setianya Shiro, serta interaksinya dengan ibu Misae dan ayah Hiroshi selalu membekas di ingatan.

Pokémon: Petualangan Menjadi Pokémon Master

“Ku daki gunung tertinggi, ku sebrangi samudra luas…” Begitu lagu pembuka berkumandang, petualangan Ash Ketchum (Satoshi) dan Pikachu dimulai. Pokémon tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tren besar. Kartun ini sukses membuat kita bermimpi menjadi Pokémon Master, mengoleksi mainan Tazos, hingga bertukar kartu Pokémon di sekolah.

Chibi Maruko-chan: Keseharian yang Hangat

Menawarkan cerita lebih hangat dan membumi, Chibi Maruko-chan mengisahkan keseharian Sakura Momoko (Maruko), seorang anak SD yang pemalas, sering terlambat, tetapi sangat ceria. Kartun ini mengajak kita bernostalgia dengan kehidupan sederhana dan penuh tawa.

Menonton film kartun memiliki dampak positif bagi psikologi anak, seperti media belajar berkomunikasi dan belajar bahasa, sebagaimana dilansir dari laman Halodoc. Namun, orang tua tetap harus selektif terhadap tontonan anak. Lima kartun ini adalah bagian dari kenangan indah yang sulit dilupakan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.