Media Kampung – Kabar duka menyelimuti dunia musik internasional. Musisi dan komedian asal Amerika Serikat, Oliver Tree, dikonfirmasi meninggal dunia pada usia 32 tahun akibat kecelakaan helikopter di Rio de Janeiro, Brazil, Minggu (14/6/2026). Kepergian Oliver Tree yang mendadak mengejutkan jutaan penggemar di seluruh dunia, terutama karena ia tengah dalam rangkaian tur global. Artikel ini menyajikan kronologi lengkap kecelakaan, profil singkat sang musisi, serta warisan karyanya yang abadi.

Berdasarkan laporan otoritas Brazil yang dikutip Media Kampung, kecelakaan terjadi ketika dua helikopter bertabrakan di udara di kawasan Recreio dos Bandeirantes, Rio de Janeiro. Seluruh enam orang yang berada di kedua helikopter dilaporkan meninggal dunia. Oliver Tree berada dalam satu helikopter bersama empat orang lainnya, yaitu Lucas Vignale, Gaspar Prim, Lucas Brito Chaves, dan pilot Alexandre Souza. Helikopter kedua hanya berisi pilot bernama Charles Marsillac. Salah satu helikopter jatuh di tempat parkir dealer mobil dan menimpa kendaraan listrik, memicu kebakaran. Hingga kini, penyebab pasti tabrakan masih dalam penyelidikan pihak berwenang Brazil.

Oliver Tree, yang lahir dengan nama Oliver Tree Nickell di Santa Cruz, California, dikenal sebagai sosok unik dengan ciri khas wig bowl-cut hitam, kumis tebal, kacamata bulat, dan pakaian mencolok. Ia tidak hanya seorang musisi, tetapi juga seniman yang memadukan musik, komedi, satire, dan seni visual. Namanya melesat berkat lagu "Life Goes On" dari album debut Ugly Is Beautiful (2020), yang menjadi fenomena global di TikTok. Lagu-lagu lainnya seperti "Alien Boy", "Hurt", "Miss You", dan "Cash Machine" juga sukses di pasaran. Album Cowboy Tears dan Alone in a Crowd menegaskan posisinya di industri musik. Pada 2026, ia baru saja merilis album terbaru Love You Madly Hate You Badly.

Selain musik, Oliver Tree juga mencatatkan namanya di Guinness World Records berkat skuter dorong terbesar di dunia, menunjukkan sisi absurd dan kreatifnya. Sebelum kecelakaan, ia mengunggah video di media sosial saat berada di Rio de Janeiro, bercanda menyebut dirinya sebagai Neymar. Ia baru saja tampil di São Paulo pada 6 Juni dan dijadwalkan tampil di Lisbon, Portugal, pada 1 Juli. Unggahan terakhirnya menjadi sorotan setelah kepergiannya.

Warisan Oliver Tree akan terus hidup melalui karya-karyanya yang jenaka namun penuh makna. Para penggemar di seluruh dunia pun mengenang sosok yang berani tampil beda dan meninggalkan jejak mendalam di industri musik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.