Media KampungFilm horor Indonesia terbaru berjudul Pemikat Jiwa siap menghadirkan kisah mencekam yang berakar dari kepercayaan mistis masyarakat. Disutradarai oleh Dom Dharmo, film ini memadukan unsur cinta, obsesi, dan praktik ilmu pengasihan yang berujung petaka.

Pemikat Jiwa dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026. Berbeda dari horor yang hanya mengandalkan kemunculan makhluk gaib, film ini mengeksplorasi sisi gelap manusia ketika rasa cinta berubah menjadi ambisi berbahaya. Konflik psikologis menjadi salah satu kekuatan utama yang ditawarkan.

Sinopsis Film Pemikat Jiwa

Film ini mengisahkan Jay (Fajar Nugra), seorang penjual ayam di pasar yang diam-diam menaruh hati kepada Wulan (Givina). Namun, perasaan yang dipendamnya tak pernah mendapatkan balasan. Tak mampu menerima kenyataan, Jay nekat menggunakan praktik klenik dan ilmu mistis demi mendapatkan cinta Wulan. Alih-alih bahagia, keputusan itu justru menyeretnya ke dalam rangkaian peristiwa mengerikan yang dipenuhi teror, ketakutan, trauma, dan konsekuensi tak terduga.

Melalui kisah ini, Pemikat Jiwa tidak hanya menyajikan ketegangan khas film horor, tetapi juga memperlihatkan bagaimana obsesi dan keputusasaan dapat mendorong seseorang melanggar batas moral demi memenuhi keinginannya.

3 Fakta Menarik Film Pemikat Jiwa

1. Terinspirasi dari Praktik Jimat Rambut

Salah satu elemen paling menyeramkan adalah praktik Jimat Rambut yang digunakan sebagai media pelet. Ilmu pengasihan tersebut bekerja melalui gumpalan rambut hitam panjang yang secara gaib dimasukkan ke dalam makanan korban. Konsep ini berangkat dari berbagai urban legend di Indonesia mengenai praktik pelet pengasihan. Dalam film, korban disebut terkena pelet milik Nyai Sasegeni yang membuatnya kehilangan kendali diri dan terobsesi pada pelaku.

2. Diadaptasi dari Kisah Nyata

Pemikat Jiwa diadaptasi dari thread horor populer karya Nugroho Agung yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Cerita tersebut disebut terinspirasi dari kejadian nyata. Film ini mengeksplorasi bagaimana rasa patah hati, kecemburuan, dan obsesi dapat mendorong seseorang melakukan tindakan di luar batas kewajaran. Pesan yang diangkat cukup kuat: manusia yang dikuasai obsesi terkadang bisa lebih berbahaya daripada makhluk tak kasat mata.

3. Disutradarai Dom Dharmo

Dom Dharmo dikenal sebagai sutradara yang kerap mengangkat unsur budaya, mitos, serta cerita rakyat Nusantara ke dalam karya-karyanya. Dalam berbagai film dan serial horor yang digarapnya, ia sering mengeksplorasi folklore serta kepercayaan lokal sebagai fondasi cerita. Pendekatan tersebut kembali terlihat dalam Pemikat Jiwa yang memadukan horor supranatural dengan konflik psikologis manusia secara kuat, menciptakan teror yang tidak hanya datang dari dunia gaib, tetapi juga dari sisi gelap manusia itu sendiri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.