Media Kampung – Presenter Harry Pantja membeberkan proses produksi program TV uji nyali yang pernah dilakukan di Lawang Sewu. Ia mengungkapkan bahwa pengambilan gambar dilakukan secara terpisah antara kebutuhan produksi umum dan pelaksanaan uji nyali bagi peserta.
Menurut Harry, proses syuting untuk bagian pembukaan, penutupan, pengambilan gambar pendukung, serta testimoni diselesaikan dalam satu hari. Sementara itu, pelaksanaan penelusuran dan uji nyali peserta biasanya dilakukan pada hari yang berbeda sesuai kebutuhan produksi.
Pengambilan gambar umumnya dimulai menjelang malam untuk mendapatkan suasana lokasi yang sesuai dengan tayangan televisi. Tim produksi kemudian melanjutkan perekaman hingga dini hari sebelum aktivitas lingkungan sekitar mulai terdengar. “Biasanya kami mulai mengambil gambar pendukung sejak waktu magrib untuk mendapatkan suasana yang sesuai kebutuhan program. Setelah lewat tengah malam, proses penelusuran peserta dimulai dan berlangsung hingga menjelang waktu subuh tiba,” ujarnya dalam siniar via Obrolan Santai kanal YouTube, Selasa, 26 Maret 2024 lalu.
Harry menegaskan bahwa ekspresi ketakutan yang ditampilkan peserta selama program berlangsung merupakan reaksi alami. Tim produksi berupaya menangkap momen spontan yang terjadi selama proses penelusuran di lokasi. Durasi tayangan yang terbatas membuat tim harus menyesuaikan materi hasil perekaman dengan kebutuhan program, sehingga proses penyuntingan dilakukan untuk memilih bagian yang paling relevan dan menarik bagi penonton.
“Reaksi peserta yang terlihat takut saat penelusuran memang terjadi secara alami selama proses berlangsung di lokasi. Kami berusaha merekam momen tersebut agar dapat menggambarkan pengalaman peserta secara utuh kepada penonton,” katanya.
Terkait jumlah peserta, Harry menjelaskan bahwa tim produksi selalu menyiapkan peserta cadangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Langkah ini diambil apabila peserta utama menghentikan tantangan lebih cepat dari perkiraan selama proses berlangsung. Sistem cadangan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran produksi program sesuai durasi yang telah ditentukan. Dengan demikian, proses syuting tetap dapat berjalan meski terjadi perubahan situasi saat pelaksanaan uji nyali.
Sebelumnya, viral di media sosial tentang komunitas horor asal Jepang, Annya Obake, yang membuat tantangan tinggal di kamar berhantu. Dari sekian banyak lokasi yang diterima, Bekasi menjadi salah satu wilayah pilihannya. Mereka mengumumkan lowongan kerja paruh waktu dengan gaji Rp4,2 juta per hari, total Rp8,4 juta untuk dua hari. Tantangan uji nyali akan dimulai pada 8 dan 9 Juni 2026 di sebuah kamar di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Hanya peserta berusia 20 tahun ke atas yang bisa mengikuti acara ini. Selama tantangan, peserta akan menempati kamar yang disiapkan selama dua hari dan harus mentaati peraturan yang telah ditentukan panitia. Alih-alih menarik minat publik, tawaran imbalan jutaan rupiah tersebut justru menuai kritik dari warganet. Sejumlah persyaratan yang dianggap janggal serta munculnya dugaan penipuan membuat kredibilitas penyelenggara dipertanyakan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan