Media KampungFilm Badut Gendong membawa pendekatan baru dalam merancang karakter horor dengan fokus pada topeng utama yang memerlukan waktu pengembangan lebih dari dua tahun. Desain topeng tersebut menjadi elemen sentral yang merefleksikan kompleksitas cerita dalam film ini.

Chris Lie, eksekutif produser film, menjelaskan bahwa karakter Badut Gendong sangat krusial karena menjadi pusat narasi. Proses pembuatan topeng menghadirkan tantangan besar sehingga tim produksi menghabiskan waktu dua tahun untuk menciptakan desain yang tepat. Lebih dari seratus opsi desain sempat dikembangkan agar topeng bisa tampil menyeramkan namun tetap mempertahankan kesan manusiawi dan netral.

Inspirasi desain topeng ini berakar pada kesenian tradisional Indonesia, yang disesuaikan dengan latar cerita serta karakter Darso dalam film. Pendekatan tersebut memberikan nuansa yang otentik sekaligus menambah kedalaman visual karakter utama.

Penulis naskah, Asaf Antariksa, menegaskan bahwa konsep Badut Gendong berbeda dari film horor boneka lain seperti Chucky atau Annabelle. Karakter ini memiliki dua entitas yang saling memengaruhi sehingga menimbulkan dinamika emosional yang lebih rumit.

Dalam cerita, Darso awalnya menjadi dalang yang mengendalikan boneka Badut Gendong sebagai bagian dari pertunjukan tradisional. Namun, seiring perkembangan plot, boneka tersebut justru dikuasai oleh kekuatan gelap, membalikkan posisi mereka.

Konflik batin Darso menjadi inti emosional film ini, membuat penonton merasakan campuran simpati dan kemarahan terhadap karakternya. Asaf menilai film berhasil menampilkan lapisan emosi yang abu-abu dengan kuat, sehingga memberikan kedalaman cerita yang jarang ditemukan dalam genre horor boneka.

Film Badut Gendong akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 27 Mei 2026. Beberapa aktor yang membintangi film ini antara lain Marthino Lio, Derby Romeri, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, dan Iskak Khivano.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.