Media Kampung – Dunia musik metal dan hard rock kehilangan salah satu gitaris terbaiknya, John Sykes, yang tutup usia pada Rabu, 20 Januari 2025 setelah berjuang melawan kanker. Sosok legendaris ini dikenal luas melalui perannya di band-band besar seperti Whitesnake, Thin Lizzy, dan Tygers of Pan Tang, sekaligus meninggalkan warisan permainan gitar yang cepat dan penuh karakter.
John Sykes lahir pada 29 Juli 1959 di Reading, Inggris, dan tumbuh dengan pengaruh kuat dari blues dan rock. Awal kariernya dimulai di awal 1980-an saat bergabung dengan Tygers of Pan Tang, band heavy metal Inggris, di mana ia berperan penting dalam dua album klasik “Spellbound” dan “Crazy Nights”. Ketidaksesuaian visi membuatnya hengkang pada 1982 dan melanjutkan perjalanan bersama Thin Lizzy, band hard rock asal Irlandia yang tengah naik daun.
Di Thin Lizzy, Sykes memberikan sentuhan baru lewat album “Thunder and Lightning” (1983), yang memperkenalkan pengaruh heavy metal modern. Gaya gitarnya yang cepat dan melodius tidak hanya mengukuhkan reputasinya, tetapi juga memperkaya genre hard rock dan heavy metal hingga Thin Lizzy bubar.
Kemudian, Sykes bergabung dengan Whitesnake pada 1984, membawa energi baru ke band yang dipimpin David Coverdale, mantan vokalis Deep Purple. Perannya sangat vital dalam menciptakan album Whitesnake 1987 yang sukses besar, termasuk lagu-lagu hits “Here I Go Again” dan “Is This Love” yang masih populer hingga kini. Namun, meski berkontribusi besar, Sykes justru dipecat sebelum album itu dirilis karena konflik internal dengan Coverdale.
Setelah meninggalkan Whitesnake, Sykes membentuk band Blue Murder bersama drummer Carmine Appice dan bassis Tony Franklin. Meski album debutnya mendapat sambutan positif, band ini tidak mencapai kesuksesan komersial besar dan akhirnya bubar pada pertengahan 1990-an. Sykes kemudian melanjutkan karier solo dengan merilis beberapa album, seperti “Out of My Tree” (1995) dan “Loveland” (1997), yang menampilkan eksplorasi gaya musik dari balada hingga heavy metal keras.
Sepanjang kariernya, Sykes juga dikenal terlibat berbagai perseteruan dengan anggota band dan produser musik, terutama konflik yang berujung pada pemecatannya dari Whitesnake. Meskipun demikian, semangat dan dedikasinya terhadap musik tidak pernah surut, membuktikan dirinya sebagai gitaris yang gigih dan inovatif.
John Sykes diakui sebagai salah satu dari “100 Gitaris Heavy Metal Terhebat Sepanjang Masa” oleh Guitar World dan pada 2011 dinobatkan sebagai salah satu dari “50 Pahlawan Gitar yang Tidak Mainstream”. Meskipun lebih suka dianggap sebagai gitaris blues rock, teknik bermainnya yang cepat dan khas membuatnya menjadi ikon dalam dunia hard rock dan metal tahun 1980-an.
Keluarga John Sykes menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan para penggemar selama perjuangan terakhirnya melawan kanker. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas musik global, namun karya-karyanya tetap hidup sebagai bagian penting sejarah rock dan metal internasional.
John Sykes meninggalkan warisan musik yang kaya dan berpengaruh, terutama melalui album-album bersama Thin Lizzy dan Whitesnake, serta karya solo yang mencerminkan keahlian dan passion yang tak lekang oleh waktu. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai gitaris metal terbaik yang pernah ada.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan