Media Kampung – 14 April 2026 | Coachella 2026 menampilkan lineup yang paling beragam dalam sejarah festival, dengan debut artis baru seperti KATSEYE, Creepy Nuts, PinkPantheress, serta grup K‑pop legendaris BIGBANG. Penampilan pertama mereka bersanding dengan headliner internasional Sabrina Carpenter, Justin Bieber, dan Karol G yang mencetak rekor sebagai Latina pertama memimpin panggung utama.

Festival ini dibagi dalam dua akhir pekan, masing‑masing berlangsung pada 10‑12 April dan 17‑19 April 2026 di Indio, California. Setiap akhir pekan terdiri dari tiga hari konser, menampilkan lebih dari 150 artis dari berbagai genre musik dunia.

Sabrina Carpenter membuka weekend pertama sebagai headliner wanita pertama yang memimpin Coachella, menampilkan set berjudul “Sabrinawood” dengan hits seperti “Espresso” dan “Hour Tour”. Justin Bieber menggantikan posisi headliner pada hari kedua, menimbulkan fenomena “Bieberchella” yang menarik perhatian ribuan pengunjung dan selebriti.

Karol G menutup weekend pertama sebagai headliner utama, mencatatkan sejarah sebagai penyanyi Latina pertama yang memimpin panggung utama Coachella. Dalam pidatonya, ia menyerukan kebanggaan kepada komunitas Latino, “Jangan takut, rasakan kebanggaan!” dan menekankan pentingnya representasi budaya di panggung internasional.

Grup vokal Filipina BINI menjadi representasi pertama negara tersebut di Coachella, menandai langkah penting bagi musik Asia Tenggara di festival Amerika. Penampilan mereka mendapat sorotan media karena menggabungkan tarian tradisional dengan produksi visual futuristik.

KATSEYE, grup vokal wanita global yang pertama kali dikenal lewat dokumenter Netflix ‘Pop Star Academy’, melakukan debut resmi di Coachella dengan penampilan berenergi tinggi di panggung Sonora. Mereka dibantu oleh tamu khusus Ejae, Audrey Nuna, dan Rei Ami, memperkuat kolaborasi lintas genre yang menjadi ciri khas mereka.

BIGBANG kembali ke panggung Coachella setelah dua dekade debut, merayakan 20 tahun sejak grup K‑pop generasi kedua pertama kali muncul. Penampilan mereka menampilkan lagu ikonik “Fantastic Baby” dan “Bang Bang Bang”, menghidupkan suasana nostalgia di antara penggemar internasional.

Selain artis debut, festival ini menampilkan duo hip‑hop Jepang Creepy Nuts, penyanyi Inggris PinkPantheress, serta band indie‑rock Irlandia NewDad, yang masing‑masing menambah keragaman genre. Sementara itu, produser elektronik dan kolaborasi khusus seperti Nine Inch Noize menggabungkan rock industrial dengan musik elektronik di panggung utama.

Teddy Swims menyuguhkan vokal soulful di malam hari, sementara Sexyy Red memberikan penampilan hip‑hop yang dinanti banyak penggemar. Penyanyi Belanda Joost menampilkan set akustik yang menonjolkan kemampuan menulis lagu lintas bahasa, menambah dimensi internasional festival.

Bintang Afrobeats Nigeria Davido tampil di Outdoor Theatre, memperkenalkan ritme Afrika yang menggerakkan kerumunan pada hari kedua. Artis lain seperti Royal Otis dari Australia dan country‑pop irlandia CMAT menambah spektrum musik indie yang hadir di Coachella 2026.

Penampilan Justin Bieber memicu perdebatan online; sebagian penonton menyebutnya comeback ikonik, sementara yang lain mengkritik penggunaan video lama selama konser. Kontroversi tersebut menyoroti pergeseran ekspektasi penonton terhadap produksi panggung festival musik terbesar dunia.

Coachella 2026 resmi berakhir pada 19 April, meninggalkan catatan peningkatan representasi budaya, debut artis baru, dan momen historis yang memperluas jangkauan global festival. Penyediaan weekend kedua akan menampilkan line‑up serupa dengan fokus pada artis Asia‑Pasifik, menegaskan komitmen Coachella terhadap diversitas musik masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.