Media Kampung – Aktor Joe Taslim akan memerankan tokoh utama dalam versi remake berbahasa Indonesia dari film Korea Selatan berjudul ‘The Man From Nowhere’. Proyek ini diumumkan sebagai bagian dari jajaran film aksi Indonesia yang dipromosikan di Cannes Film Market.

Kerja sama antara Joe Taslim dan sutradara Tanigaki Kenji kembali terjalin dalam film ini, setelah sebelumnya mereka berkolaborasi dalam film ‘The Furious’. Para produser menggambarkan film original ‘The Man From Nowhere’ sebagai sebuah karya klasik modern yang menyuguhkan cerita dengan kedalaman emosional yang kuat.

Adaptasi ini diproduksi oleh gabungan beberapa perusahaan, yakni Asia Media Alliance Group, Nation Pictures, Yeti Entertainment, dan Red Packet Media. Untuk distribusi internasional, film ini akan ditangani oleh K-Movie Entertainment.

Delon Tio, pendiri Nation Pictures, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan utama dalam genre film aksi di kancah internasional. Ia menyoroti talenta para aktor, budaya aksi yang kuat, serta beragam lokasi di Indonesia sebagai modal untuk mengembangkan perfilman laga berskala global.

Yeti Entertainment yang baru dibentuk oleh Erika North dan Nick North juga menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan film genre aksi di Asia Tenggara. Mereka menilai proyek remake ini sebagai langkah penting untuk menghadirkan film aksi yang dapat dinikmati oleh penonton internasional.

Selain film yang dibintangi Joe Taslim, Cannes Film Market juga memperkenalkan film aksi ‘Pendekar: Warrior’ yang menampilkan Iko Uwais dan aktor muda Ali Fikri. Film tersebut disutradarai oleh John Radel yang mengungkapkan bahwa Asia dikenal sebagai kawasan penghasil film aksi terbaik dunia. Ia berharap proyek-proyek baru ini bisa mengangkat kembali perfilman aksi Indonesia dan Asia Tenggara ke panggung global.

Mike Leeder, produser dari Red Packet Media, menilai kualitas film aksi Indonesia sudah dikenal luas oleh dunia. Menurutnya, tantangan selanjutnya adalah menciptakan film aksi dengan skala lebih besar dan kualitas lebih tajam agar mampu bersaing di pasar internasional.

Kehadiran dua film tersebut menandai meningkatnya perhatian dunia terhadap perfilman aksi Indonesia. Proyek ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi sineas dan aktor Asia Tenggara untuk berkompetisi di pasar film global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.