Media Kampung – 15 April 2026 | Artis dan DJ Dinar Candy menolak secara tegas tawaran kencan bernilai Rp1 miliar yang disampaikan lewat pesan Instagram, menegaskan pilihannya untuk mencari rezeki halal.

Penolakan itu terjadi pada Senin, 13 April 2026, di kawasan Kapten P. Tendean, Jakarta Selatan, setelah Dinar menerima notifikasi pesan langsung yang mengusulkan pembayaran Rp250 juta untuk layanan pribadi.

Pengirim pesan kemudian meningkatkan nominal menjadi Rp1 miliar, menambah tekanan pada Dinar yang dikenal sebagai publik figur dan atlet tinju.

Dinar menjawab dengan singkat, “Aduh maaf, aku tidak jualan, aku takut ledes,” menegaskan bahwa ia tidak berminat menjual diri demi uang instan.

Ia menambahkan, “Saya mengutamakan kesehatan tubuh dan martabat diri, karena saya boxing dan menghindari gula,” menyoroti komitmen gaya hidup sehatnya.

Penghasilan Dinar sebagai DJ, pengusaha, dan petinju dinilai cukup untuk menopang gaya hidupnya tanpa harus mengandalkan tawaran yang tidak sesuai prinsip.

Dalam wawancara, Dinar menyatakan, “Alhamdulillah, direzeki Allah masih banyak, lebih baik kerja keras daripada menjual diri,” menegaskan kepercayaan pada rezeki halal.

Ia juga menolak untuk melibatkan pihak berwajib karena pesan tersebut dianggap sekadar iseng tanpa ancaman hukum yang jelas.

Meskipun menolak, Dinar tidak menyimpan kebencian terhadap pengirim, menyatakan, “Ya sudah, ini orang iseng atau cowok-cowok iseng saja, tidak berpengaruh,” menutup dengan sikap toleran.

Kasus ini mengingatkan publik akan maraknya tawaran tidak senonoh yang mengincar selebriti melalui media sosial.

Dinar Candy, berusia 32 tahun, merupakan anak guru ngaji yang mengedepankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kariernya di dunia musik elektronik dan usaha kecil menengah memberikan sumber pendapatan yang stabil.

Selain itu, ia aktif berkompetisi tinju, yang menuntut pola makan dan latihan disiplin.

Keputusan menolak tawaran tersebut selaras dengan prinsip hidupnya yang menolak segala bentuk prostitusi.

Pengamat media mencatat bahwa reaksi cepat Dinar memperlihatkan kesadaran akan bahaya eksploitasi digital.

Pesan tawaran tersebut awalnya muncul dengan format informal, menanyakan kemampuan Dinar untuk “melayani” dengan bayaran tinggi.

Setelah menolak, Dinar menginformasikan kepada pengikutnya melalui pernyataan resmi agar tidak menyebarluaskan konten tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi tentang batasan pribadi di era digital.

Saat ini, Dinar fokus pada proyek musik terbaru dan persiapan kompetisi tinju internasional.

Kondisi terbaru menunjukkan tidak ada langkah hukum lebih lanjut, karena pihak pengirim tidak melanggar undang‑undang secara jelas.

Dinar tetap berkomitmen pada kariernya, menegaskan, “Saya akan terus bekerja keras, rezeki halal pasti datang,” menutup dengan optimisme.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.