Media Kampung – Pergantian pimpinan, perubahan arah kerja, target baru, hingga prioritas organisasi yang berubah-ubah sering kali memaksa karyawan untuk terus beradaptasi. Jika terjadi berulang dalam waktu singkat, kondisi ini bisa memicu kelelahan akibat perubahan atau yang dikenal sebagai change fatigue.
Dalam psikologi organisasi, change fatigue adalah kondisi ketika seseorang kehilangan energi untuk terus menyesuaikan diri karena perubahan yang terlalu sering atau terasa berlebihan. Gejalanya tidak selalu terlihat jelas, seperti sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi, atau enggan memberikan ide baru. Bahkan muncul pikiran, “Nanti juga berubah lagi, buat apa terlalu semangat.”
Penelitian oleh Valentin Linnenborn dan tim pada 2025 menemukan bahwa change fatigue dapat mengurangi pemenuhan tiga kebutuhan psikologis dasar, yaitu rasa memiliki kendali (autonomy), merasa mampu (competence), dan merasa terhubung dengan orang lain (relatedness). Ketika ketiga hal ini menurun, seseorang cenderung kehilangan inisiatif dan keterlibatan dalam pekerjaannya.
Artinya, kemampuan beradaptasi sebenarnya bukan tanpa batas. Setiap perubahan membutuhkan perhatian, waktu, dan energi mental. Jika perubahan datang terus-menerus tanpa memberi kesempatan untuk merasa stabil, kapasitas adaptasi perlahan akan menurun.
Bukan berarti organisasi harus menghindari perubahan. Perubahan tetap diperlukan agar organisasi berkembang. Namun, perubahan yang disertai komunikasi yang jelas, transisi yang terencana, dan pelibatan karyawan akan lebih mudah diterima dibanding perubahan yang datang tiba-tiba. Penelitian juga menunjukkan bahwa kepemimpinan yang empatik dan komunikasi yang baik dapat membantu mengurangi dampak change fatigue.
Pada akhirnya, menjadi adaptif memang keterampilan penting di dunia kerja modern. Namun, penting juga untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki kapasitas adaptasi yang berbeda. Bukan karena tidak mau berubah, tetapi karena perubahan yang datang tanpa jeda juga memiliki biaya psikologis yang perlu diperhatikan.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan