Media Kampung – Banyak pemilik kucing khawatir saat melihat hewan kesayangannya saling mengejar, mendesis, atau berkelahi. Menurut para pakar perilaku hewan, pertengkaran antar kucing adalah hal yang umum terjadi dengan berbagai penyebab. Memahami faktor pemicu dapat membantu pemilik menciptakan lingkungan yang harmonis.

Penyebab Utama Kucing Bertengkar

Masalah Teritorial

Dokter hewan Hannah Hart dari PetMD.com dalam artikel Why Cats Fight With Other Cats and How To Help (2023) menjelaskan bahwa alasan paling umum kucing bertengkar adalah insting teritorial. Kucing secara alami menjaga wilayahnya. Ketika ada kucing baru masuk ke area yang dianggap miliknya, konflik bisa muncul sebagai bentuk pertahanan. Perebutan tempat favorit, makanan, tempat tidur, hingga kotak pasir dapat memicu agresi.

Rasa Takut

Hart juga menyebutkan bahwa kucing yang merasa terancam oleh kehadiran kucing lain dapat menunjukkan perilaku agresif sebagai perlindungan diri. Situasi ini sering terjadi saat perkenalan kucing baru dilakukan terlalu cepat tanpa masa adaptasi. Kucing pemalu atau kurang percaya diri cenderung menyerang ketika merasa terpojok.

Bermain yang Berubah Menjadi Konflik

Anak kucing dan kucing muda sering bermain dengan saling mengejar, menerkam, atau bergulat. Namun jika salah satu terlalu kasar, situasi bisa berubah menjadi pertengkaran. Penelitian yang dibahas oleh ScienceAlert (2023) menyebutkan bahwa kucing yang bermain biasanya menunjukkan gerakan bergantian dan tidak agresif. Sebaliknya, jika salah satu terus mendominasi, mendesis, atau bulu mengembang, itu menandakan pertengkaran.

Faktor Hormonal

Menurut situs Catster yang ditinjau oleh dokter hewan Dr. Paola Cuevas (2025), pertengkaran juga dipengaruhi hormon, terutama pada kucing jantan yang belum steril. Kucing jantan cenderung lebih agresif saat bersaing memperebutkan pasangan atau mempertahankan dominasi. Sterilisasi sering direkomendasikan untuk mengurangi agresivitas.

Stres

Suara keras, kehadiran hewan asing di luar rumah, atau perubahan lingkungan dapat membuat kucing stres. Dalam kondisi ini, kucing yang tidak bisa melampiaskan emosinya pada sumber gangguan mungkin menyerang kucing lain di dekatnya.

Solusi Mengurangi Pertengkaran

Para pakar menyarankan pemilik menyediakan perlengkapan yang cukup untuk setiap kucing di rumah, seperti kotak pasir terpisah, tempat makan, tempat minum, area bermain, dan tempat bertengger. Langkah ini membantu mengurangi persaingan. Selain itu, perkenalan kucing baru sebaiknya dilakukan secara bertahap agar masing-masing hewan punya waktu beradaptasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.