Media KampungHalf-Life, salah satu game paling legendaris, ternyata tidak hanya berutang keberadaannya pada Gabe Newell, sosok yang selama ini dikenal sebagai otak di balik Valve. Ada satu tokoh penting lain yang turut berperan besar dalam mewujudkan game ini, yaitu Ken Williams, co-founder Sierra Online.

Ken Williams dikenal sebagai pelopor industri game yang mendirikan On-Line Systems bersama istrinya, Roberta. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi Sierra Online, yang terkenal dengan berbagai judul game ikonik seperti King’s Quest dan Space Quest. Pada tahun 1991, Sierra meluncurkan The Sierra Network, layanan online pertama yang khusus untuk video game. Pada 1996, Ken Williams bertemu dengan Gabe Newell, saat Valve tengah mencari penerbit untuk Half-Life.

Valve saat itu sudah memiliki teknologi, tim, dan genre yang mereka kuasai, namun masih belum memiliki penerbit. Di era 1990-an, memiliki penerbit sangat penting karena game masih mengandalkan ruang fisik di toko untuk penjualan. Valve sempat menemui berbagai penerbit, namun sebagai studio baru dengan ide besar, mereka kesulitan mendapat dukungan.

Berbeda dengan penerbit lain, Ken Williams melihat potensi besar dari Half-Life. Sierra sebenarnya belum punya kehadiran di genre first-person shooter yang sedang berkembang, sehingga Williams aktif mencari lisensi mesin shooter dan sedang bernegosiasi dengan beberapa pihak, termasuk id Software. Ketika Valve mengajukan proposal, Williams langsung tertarik karena Valve menggunakan mesin game yang sudah ada sebagai titik awal, bukan produk jadi, serta membawa tim berpengalaman dari Microsoft.

Saat hari presentasi Valve di kantor Sierra di Seattle, hujan salju turun, kondisi langka yang membuat perjalanan menjadi sulit. Meski begitu, hanya Williams yang hadir dari Sierra, sementara pihak Valve tetap datang meski cuaca buruk. Pertemuan itu berjalan singkat dan meyakinkan, Williams bahkan menghentikan presentasi dan langsung menjelaskan mengapa Valve harus bekerja sama dengan Sierra.

Ironisnya, Ken Williams tidak menandatangani kontrak tersebut karena keluar dari Sierra tak lama setelah pertemuan. Penandatanganan akhirnya dilakukan oleh Scott Lynch, yang awalnya kurang antusias namun yakin setelah mendengar visi Valve dalam bercerita dan menciptakan dunia yang hidup, bukan hanya paket misi dari mesin Quake.

Meski Sierra sempat mendukung Half-Life, strategi pemasaran mereka yang disebut “launch and leave” membuat Half-Life lebih dikenal sebagai karya Valve. Valve pun berhasil mengambil kembali hak IP dan distribusi Half-Life, dan terus mengembangkan waralaba ini. Sementara itu, Sierra yang diakuisisi Vivendi pada 2004 akhirnya ditutup pada 2008.

Peran Ken Williams dalam kesuksesan awal Half-Life menunjukkan bahwa di balik nama besar seperti Gabe Newell, ada tokoh penting lain yang membuka jalan untuk terwujudnya karya besar tersebut. Setelah meninggalkan Sierra, Williams memilih hidup sebagai penggemar kapal pesiar, berlayar dan merawat yacht pribadinya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.