Media KampungSubnautica 2 berhasil mencatatkan penjualan luar biasa dengan meraih 2 juta kopi hanya dalam waktu 12 jam sejak peluncurannya. Angka ini sekaligus menandai lonjakan jumlah pemain hingga sembilan kali lipat dibandingkan seri pertama yang dirilis pada 2018.

Berdasarkan informasi resmi yang diterima dari rilis pers, jumlah puncak pemain bersamaan di platform Steam, Epic Games Store, dan Xbox mencapai lebih dari 651.000 orang. Steam saja mencatat puncak lebih dari 467.000 pemain secara bersamaan, menandai tingkat antusiasme yang jauh melampaui seri sebelumnya.

Kesuksesan ini menjadi sorotan mengingat adanya konflik hukum yang melibatkan Krafton, perusahaan induk pengembang Subnautica 2, dengan studio pembuat permainan, Unknown Worlds. Pada Juli tahun lalu, terjadi pergantian kepemimpinan besar-besaran di Unknown Worlds yang berujung pada sengketa hukum terkait pembayaran bonus hingga 250 juta dolar AS jika target penjualan tercapai.

Dalam proses persidangan, CEO Krafton, Changham Kim, bahkan terungkap sempat menggunakan bantuan ChatGPT untuk mencari cara menghindari pembayaran tersebut agar tidak terlihat sebagai pemimpin yang mudah ditekan. Namun, hakim memerintahkan agar mantan CEO Unknown Worlds, Ted Gill, dikembalikan ke posisinya karena adanya pelanggaran kontrak yang material.

Keputusan pengadilan menegaskan bahwa Krafton harus memenuhi kewajibannya dan beritikad baik dalam melanjutkan hubungan kontraktual dengan Unknown Worlds. Dalam konteks ini, penjualan Subnautica 2 yang sangat pesat dapat menjadi faktor krusial bagi pihak pengembang untuk mendapatkan kompensasi sesuai perjanjian.

Walaupun detail persyaratan bonus belum diungkap secara publik, pencapaian penjualan 2 juta kopi dalam 12 jam ini menandakan bahwa Unknown Worlds kini berada dalam posisi yang kuat untuk memenuhi target tersebut. Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa hype besar terhadap Subnautica 2 yang sempat menjadi game paling diinginkan di Steam benar-benar terwujud dalam angka penjualan nyata.

Situasi ini menghadirkan ironi tersendiri bagi Krafton yang sebelumnya berupaya menunda peluncuran demi menghindari kewajiban finansial. Kini, dengan antusiasme pemain yang sangat tinggi, masa depan Unknown Worlds dalam mendapatkan haknya semakin jelas. Perkembangan terbaru ini akan terus dipantau, terutama terkait bagaimana Krafton menindaklanjuti keputusan pengadilan dan komitmen kontraktual yang ada.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.