Media Kampung – Rhell: Warped Worlds & Troubled Souls menghadirkan pengalaman unik sebagai game indie simulasi imersif yang memungkinkan pemain menjadi penyihir dengan kekuatan chaotic. Dalam permainan ini, saya secara tak sengaja menghancurkan rumah seorang mimos menggunakan sihir magnetisme, kejadian yang mengungkap betapa interaktif dan dinamisnya dunia yang dibangun oleh game ini.
Permainan dimulai dengan premis sederhana namun menarik, yaitu mengungkap misteri hilangnya penduduk di sebuah kerajaan fantasi. Pemain berperan sebagai Rhell, seorang murid penyihir yang sempat meninggalkan dunia sihir dan terjebak di penjara kastil selama delapan tahun. Kesempatan untuk melarikan diri memicu tekadnya untuk kembali belajar sihir dan mengungkap rahasia hilangnya warga.
Rhell menampilkan perspektif top-down yang mengingatkan pada permainan Zelda klasik, dengan pemandangan dunia yang penuh warna dan karakter-karakter eksentrik yang membantu perjalanan pemain. Namun, yang membedakan adalah kompleksitas alat sihir yang dapat digunakan. Game ini menyediakan sekitar 40 mantra atau rune yang dapat dikombinasikan hingga lima sekaligus untuk menciptakan efek baru dan memecahkan teka-teki yang ada.
Salah satu contoh menarik adalah penggunaan mantra dorong dan angkat secara bersamaan untuk membuat objek melompat maju. Pemain juga dapat memanfaatkan interaksi logis antar elemen, seperti api yang membakar kayu, air yang terbentuk dari gabungan api dan es, atau lumpur yang membuat objek menjadi elastis. Pendekatan ini menawarkan kebebasan kreativitas dan cara penyelesaian teka-teki yang beragam.
Salah satu pengalaman unik yang saya alami adalah ketika menggunakan mantra magnetisme di rumah seorang mimos. Meskipun awalnya hanya ingin memecahkan teka-teki magnet, kesalahan dalam pengoperasian mantra menyebabkan saya menarik berbagai barang di rumah itu, termasuk mimos itu sendiri, yang akhirnya membuat situasi menjadi kacau dan saya harus segera melarikan diri.
Permainan ini juga tidak segan menampilkan konsekuensi lucu dari kegagalan sihir, dengan animasi konyol saat Rhell terkena efek mantra yang salah sasaran. Meski demikian, kegagalan tidak berakibat fatal karena pemain dapat dengan mudah mengulang tantangan tanpa hukuman berat, sehingga mendorong eksplorasi dan eksperimen dalam penggunaan mantra.
Meski terdapat beberapa kekurangan, seperti gaya penulisan yang terasa agak kasar dan proses pengaturan mantra yang sedikit rumit, Rhell tetap menyuguhkan pengalaman yang menyenangkan dan mengasyikkan. Ia berhasil menggabungkan elemen RPG dan simulasi imersif dalam sebuah dunia yang penuh teka-teki dan interaksi dinamis.
Secara keseluruhan, Rhell: Warped Worlds & Troubled Souls menunjukkan bahwa game indie dapat menghadirkan pengalaman simulasi imersif yang kaya dan inovatif. Bagi penggemar genre tersebut, terutama yang menyukai permainan bertema penyihir dengan kebebasan bereksperimen, game ini layak dicoba dan menawarkan sensasi yang berbeda dari game mainstream.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan