Media Kampung – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kuliah umum di Nankai University, Tianjin, China, pada Jumat, 19 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan delapan program utama Presiden Prabowo Subianto yang menjadi fokus pembangunan Indonesia ke depan.
Purbaya mengawali pidatonya dengan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mengungguli rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Inflasi Indonesia juga tercatat terkendali pada angka 3,08 persen per Mei 2026, menandakan stabilitas harga yang tetap terjaga.
Menurut Purbaya, capaian ini merupakan bukti ketahanan ekonomi Indonesia yang kuat, didukung oleh kebijakan fiskal yang prudent dengan defisit anggaran dijaga di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kebijakan tersebut memberikan ruang fiskal yang memadai untuk meredam gejolak eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi.
Selain itu, Purbaya menyoroti ketahanan Indonesia menghadapi risiko gangguan energi global dengan skor ketahanan energi 77 persen, sedikit di atas China yang 76 persen. Hal ini didukung oleh pengelolaan sumber daya energi yang efektif dan kebijakan fiskal yang matang.
Berikut delapan program utama Presiden Prabowo yang dipaparkan Menkeu Purbaya dalam kuliah umum tersebut:
- Transformasi Ekonomi – Mendorong diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor primer dan memperkuat sektor manufaktur serta jasa.
- Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan – Meningkatkan konektivitas nasional dan energi terbarukan untuk mendukung pertumbuhan hijau.
- Pemberdayaan UMKM – Memperluas akses pembiayaan dan teknologi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih kompetitif.
- Reformasi Birokrasi – Meningkatkan efisiensi dan transparansi pemerintahan untuk mendukung iklim investasi yang kondusif.
- Pendidikan dan Keterampilan – Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja modern.
- Kesehatan Masyarakat – Memperkuat sistem kesehatan nasional dengan fokus pada akses dan kualitas layanan.
- Kebijakan Energi Nasional – Mengoptimalkan sumber energi domestik serta memperkuat ketahanan energi nasional.
- Pengelolaan Fiskal yang Berkelanjutan – Menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen PDB dan memperkuat ruang fiskal untuk stimulus ekonomi.
Data tambahan yang mendukung kondisi ekonomi Indonesia juga dipaparkan, antara lain Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur yang berada pada level ekspansif 50,0, pertumbuhan likuiditas ekonomi (M0) sebesar 14,8 persen yoy, serta pertumbuhan kredit perbankan sebesar 11,5 persen yoy. Semua indikator ini menunjukkan aktivitas ekonomi domestik yang tetap solid dan menunjang prospek positif Indonesia ke depan.
Dengan paparan ini, Menkeu Purbaya menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan stabil di tengah dinamika global. Delapan program Presiden Prabowo menjadi fondasi strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan