Media Kampung – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan dan ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Data Bloomberg mencatat, rupiah terkoreksi sebesar 0,41 persen atau setara dengan 71 poin, sehingga berada di posisi Rp17.667 per dolar AS.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelemahan rupiah. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya risiko inflasi global yang berkaitan dengan lonjakan harga minyak dunia. Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.
Selain faktor ekonomi global, situasi geopolitik juga memberikan tekanan pada rupiah. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan melakukan aksi militer menyusul serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab. Serangan ini masih dalam penyelidikan oleh pihak Uni Emirat Arab, sementara Arab Saudi mengklaim berhasil menggagalkan serangan drone.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Pasar juga merasa kecewa karena pertemuan antara Trump dan Presiden China, Xi Jinping, tidak menghasilkan kesepakatan untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
Di sisi domestik, sentimen negatif juga datang dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar AS. Pernyataan tersebut dianggap kurang tepat dan menimbulkan reaksi negatif di pasar. Ibrahim menilai pernyataan semacam itu menunjukkan kurangnya koordinasi dalam lingkaran pemerintah, sehingga perlu pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Dengan berbagai tekanan dari faktor eksternal maupun internal, rupiah masih menghadapi tantangan untuk menguat dalam jangka pendek. Pelaku pasar terus memantau perkembangan inflasi global, kebijakan The Fed, serta dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi sentimen investor dan nilai tukar rupiah ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan