Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan melanjutkan tren penurunan pada awal pekan ini setelah penutupan yang melemah pada pertengahan pekan lalu. Pada Rabu, 13 Mei 2026, IHSG tercatat turun hampir 2 persen atau tepatnya 135,5 poin, sehingga berada di level 6.723.

Tim analis dari Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menembus level 6.700 dan berpotensi menguji kisaran 6.500 hingga 6.550. Penurunan indeks ini dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah selama libur panjang akhir pekan sebelumnya. Faktor domestik juga turut memperhatikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pekan ini, di mana pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 4,75 persen.

Pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen dari pasar global, khususnya setelah bursa saham di Amerika Serikat menutup perdagangan akhir pekan dengan tren negatif. Investor melakukan aksi ambil untung terutama pada saham-saham sektor teknologi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan. Kekecewaan investor juga muncul akibat pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang berakhir tanpa kesepakatan besar.

Selain itu, kenaikan yield US Treasury tenor 30 tahun mencapai 5,1 persen menimbulkan kekhawatiran pasar terkait inflasi dan potensi kenaikan suku bunga, yang dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah. Kenaikan harga minyak melebihi 3 persen ini disebabkan oleh ketidakpastian dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran, yang diprediksi masih akan memengaruhi pergerakan indeks bursa global dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menunggu hasil rapat The Fed untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan suku bunga, terutama setelah data inflasi AS yang dirilis menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan. Sementara itu, pasar Asia memusatkan perhatian pada data ekonomi Tiongkok seperti produksi industri dan penjualan ritel, dengan ekspektasi bahwa bank sentral Tiongkok akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama di level yang sudah ditetapkan.

Dengan kondisi yang masih penuh ketidakpastian ini, IHSG diprediksi akan menghadapi tekanan berkelanjutan pada perdagangan pekan ini, seiring dengan dinamika domestik dan global yang sedang berlangsung. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan kebijakan moneter dan indikator ekonomi utama yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.