Media KampungKementerian Transmigrasi mengubah paradigma program transmigrasi menjadi penggerak ekonomi di wilayah Indonesia Timur. Pendekatan baru ini bertujuan menghilangkan stigma perpindahan penduduk secara paksa dengan menekankan transmigrasi mandiri yang didukung oleh pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah kini memprioritaskan perpindahan penduduk yang berlangsung secara sukarela dan alami, dengan mengedepankan aspek ekonomi sebagai daya tarik utama. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi program yang dinamai “Transmigrasi Patriot” pada Minggu, 17 Mei 2026 di Jakarta Pusat.

Keberhasilan program transmigrasi ini sangat bergantung pada kehadiran sumber daya manusia berkualitas di kawasan transmigrasi. Oleh sebab itu, Kementerian Transmigrasi melibatkan akademisi dan mahasiswa dalam pelaksanaan riset sekaligus pengabdian masyarakat di daerah transmigrasi. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 2.000 peneliti telah diterjunkan ke 154 kawasan transmigrasi, dan tahun ini program tersebut diperluas dengan menambahkan kegiatan pengabdian masyarakat.

Iftitah menuturkan bahwa keterlibatan kalangan perguruan tinggi diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal sehingga masyarakat tertarik mengikuti program transmigrasi secara sukarela. Pendekatan ini juga dinilai lebih efisien karena pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mobilisasi penduduk, melainkan membiarkan pertumbuhan ekonomi menjadi magnet bagi perpindahan penduduk.

Fokus pengembangan transmigrasi diarahkan pada wilayah Indonesia Timur sebagai upaya mendukung pemerataan pembangunan dan mengurangi angka kemiskinan secara nasional. Sesuai arahan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebanyak 1.458 personel telah ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi prioritas di wilayah tersebut.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di daerah transmigrasi, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional melalui program transmigrasi yang kini lebih berorientasi ekonomi dan mandiri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.