Media Kampung – Istilah “blueprint” kerap digunakan untuk merujuk pada gambar rancangan arsitektur atau teknik, meskipun sebenarnya istilah ini memiliki makna yang lebih spesifik. Istilah tersebut awalnya mengacu pada metode reproduksi gambar teknik yang populer pada abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.
Gambar rancangan asli dibuat dengan tangan menggunakan tinta di atas kertas, sedangkan blueprint merupakan hasil reproduksi mekanis atau kimiawi yang berbeda secara karakter dan fungsi. Sebelum teknologi modern, menggandakan gambar arsitektur merupakan proses yang rumit dan memakan waktu. Salah satu teknik awal adalah “pricking”, yaitu menusuk titik-titik penting pada gambar asli agar bisa dijiplak ke lembar baru.
Perkembangan teknologi membawa kemudahan dengan munculnya kertas transparan pada abad ke-19, yang mempercepat proses penyalinan. Metode blueprint atau cyanotype menjadi salah satu teknologi reproduksi gambar yang populer pada masa itu. Proses ini menggunakan campuran bahan kimia sensitif cahaya seperti ferric ammonium citrate dan potassium ferricyanide yang dilapiskan pada kertas.
Ketika terkena cahaya, bagian tertentu berubah menjadi warna biru tua atau Prussian blue, sehingga menghasilkan garis putih di atas latar biru. Inilah asal-usul istilah “blueprint”. Pada awalnya, pencetakan blueprint dilakukan dengan menjepit gambar asli yang transparan dan kertas kimia dalam bingkai kayu lalu dijemur di bawah sinar matahari selama 15 sampai 30 menit.
Namun, sejak awal 1900-an, blueprint mulai tergantikan oleh teknologi diazotype atau whiteprint. Teknologi ini menghasilkan gambar dengan garis gelap di atas latar putih, yang tampilannya lebih mudah dibaca dan mirip dengan gambar asli. Diazotype menggunakan bahan kimia diazonium salts dan gas amonia, sehingga prosesnya lebih praktis tanpa perlu dicuci seperti blueprint.
Mesin diazo sempat menjadi perangkat standar di banyak kantor arsitektur hingga akhir abad ke-20. Ciri khas hasil diazotype adalah aroma amonia yang masih tercium setelah pencetakan. Beberapa kantor arsitektur bahkan menggunakan blueprint dan diazotype secara bersamaan, seperti koleksi gambar Jean-Charles Moreux pada tahun 1927 yang menunjukkan kombinasi teknik cyanotype dan diazotype.
Meskipun teknologi digital telah menggantikan metode-metode tersebut, istilah blueprint tetap populer dalam budaya umum sebagai sebutan untuk semua jenis gambar rancangan. Hal ini menunjukkan bagaimana istilah tersebut bertahan dalam bahasa sehari-hari meski tidak lagi merujuk pada proses reproduksi yang sebenarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan