Media KampungHarga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menanjak tajam sebesar 4,11 persen ke level USD 102,18 per barel pada penutupan perdagangan Selasa (12/5). Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembicaraan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, yang menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global.

Data dari Reuters menyebutkan bahwa harga minyak mentah Brent juga mengalami kenaikan sebesar 3,42 persen menjadi USD 107,77 per barel. Kenaikan harga minyak ini melanjutkan tren penguatan yang sudah terjadi pada hari sebelumnya, di mana kedua acuan tersebut naik hampir 3 persen pada Senin (11/5).

Situasi ini berkaitan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa negosiasi gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi sangat kritis. Perbedaan pandangan yang cukup dalam antara kedua pihak mengenai syarat-syarat perdamaian, seperti penghentian permusuhan di seluruh medan konflik, pencabutan blokade laut oleh AS, dan pembukaan kembali penjualan minyak Iran, membuat pasar meragukan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

Sementara itu, komoditas lain menunjukkan pergerakan beragam pada hari yang sama. Harga timah turun 1,61 persen ke level USD 54.812 per ton berdasarkan data dari London Metal Exchange, menandakan tekanan pada logam tersebut. Harga nikel juga menurun sebesar 1,56 persen menjadi USD 18.952 per ton, sedangkan harga batu bara kontrak Juni di pasar Newcastle tercatat turun 0,44 persen ke posisi USD 135,80 per ton.

Di sisi lain, harga minyak sawit mentah (CPO) untuk kontrak Juni justru mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen, menempatkan harga pada MYR 4.494 per ton. Pergerakan harga CPO ini menunjukkan dinamika pasar yang berbeda dibandingkan dengan logam dan batu bara.

Perkembangan terbaru ini menggambarkan sensitivitas pasar komoditas terhadap dinamika geopolitik, terutama yang melibatkan negara-negara produsen minyak utama. Kondisi ketegangan yang belum mereda di Timur Tengah berpotensi menimbulkan volatilitas harga minyak dalam waktu dekat.

Pasar saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari negosiasi damai antara AS dan Iran yang dinilai krusial untuk kestabilan pasokan energi global. Jika ketegangan berlanjut, harga minyak berpotensi terus melambung, sementara beberapa logam industri mungkin akan tetap mengalami tekanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.