Media Kampung – Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan, menargetkan pertumbuhan 7–8% per tahun, sebagaimana ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur di Jakarta, Rabu 22 April 2026.

Pemerintah berupaya mencapainya melalui pembangunan infrastruktur terarah, disiplin fiskal yang ketat, serta pelibatan aktif sektor swasta.

Dalam satu tahun terakhir, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto sebesar 6,9% berkat konsumsi domestik yang kuat dan pemulihan ekspor, meski masih dihadapkan pada tekanan inflasi global dan gangguan rantai pasok.

Untuk menjaga momentum, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan Rp1.200 triliun untuk proyek infrastruktur selama lima tahun ke depan, dengan fokus pada koridor transportasi, jaringan energi, dan konektivitas digital yang dapat merangsang produktivitas.

Kebijakan fiskal menekankan penetapan defisit anggaran primer di bawah 2,5% dari PDB, sambil tetap menyediakan ruang bagi belanja sosial dan insentif investasi yang mendukung inklusi ekonomi.

Pelibatan sektor swasta dipercepat melalui skema kemitraan publik‑swasta, pemberian insentif pajak, dan penyederhanaan perizinan, guna menarik investasi domestik maupun asing ke sektor‑sektor prioritas.

“Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur terarah, disiplin fiskal, dan partisipasi aktif sektor swasta,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Simposium juga menyoroti pentingnya infrastruktur hijau, dengan rencana menyalurkan 30% dari proyek baru ke energi terbarukan serta desain yang tahan iklim, sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Para analis menilai bahwa pencapaian target 7‑8% memerlukan reformasi berkelanjutan di pasar tenaga kerja, peningkatan kualitas pendidikan, dan adopsi teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas nasional.

Hingga awal Mei 2026, indikator awal menunjukkan aliran investasi yang stabil, nilai tukar rupiah yang relatif kuat, serta sentimen bisnis yang positif, menandakan ekonomi berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan yang ditetapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.