Media Kampung – 16 April 2026 | PWNU Jawa Timur menggagas Gerakan Nuconomic berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala Nahdlatul Tujjar, dan siap dibawa ke forum Konferensi Besar (Konbes) NU.
Inisiatif ini diumumkan pada 12 April 2024 dalam rapat kerja Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya.
Gerakan Nuconomic menitikberatkan pada tiga pilar utama, yaitu pembinaan usaha mikro, penguatan koperasi, serta pendidikan keuangan bagi anggota Nahdlatul Ulama.
Pilar pertama menargetkan peningkatan jumlah usaha mikro berbasis halal dengan memberikan pelatihan teknis dan akses permodalan melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Pilar kedua berfokus pada revitalisasi koperasi wilayah dengan memperkenalkan sistem manajemen berbasis digital dan memperluas jaringan pasar domestik.
Pilar ketiga mengusung program literasi keuangan yang mencakup kelas keuangan syariah, penggunaan aplikasi perbankan digital, serta penyuluhan tentang investasi halal.
Ia menambahkan bahwa gerakan ini akan melibatkan seluruh cabang Nahdlatul Tujjar di 38 kabupaten dan kota Jawa Timur.
Data awal menunjukkan bahwa lebih dari 1.200 pelaku usaha mikro telah terdaftar dalam basis data ZIS untuk menerima bantuan modal pada fase pertama.
Selain itu, 45 koperasi wilayah telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengadopsi platform digital yang dikembangkan oleh tim inovasi PWNU.
Program literasi keuangan direncanakan mencakup 30 lokakarya yang akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan, dengan target menjangkau 10.000 anggota NU.
Sebagai bagian dari sinergi dengan Nahdlatul Tujjar, gerakan ini mengadopsi prinsip “kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Islam” yang telah dipraktekkan sejak tahun 2018.
Pengalaman Nahdlatul Tujjar dalam mengelola jaringan usaha halal memberikan landasan kuat bagi implementasi tiga pilar Nuconomic.
Pihak PWNU Jatim menegaskan bahwa semua kegiatan akan dipantau melalui sistem pelaporan bulanan yang transparan.
Pengukuran keberhasilan gerakan akan didasarkan pada indikator pertumbuhan pendapatan usaha mikro, peningkatan aset koperasi, dan tingkat literasi keuangan anggota.
KPI pertama menargetkan kenaikan rata-rata pendapatan usaha mikro sebesar 25% dalam satu tahun setelah program berjalan.
KPI kedua mengharapkan pertumbuhan aset koperasi sebesar 15% pada akhir tahun 2025.
KPI ketiga menetapkan peningkatan skor literasi keuangan anggota sebesar 30 poin dalam skala evaluasi internal.
Selain dukungan internal, PWNU Jatim juga memperoleh komitmen finansial sebesar Rp 5 miliar dari dana ZIS untuk pendanaan awal.
Dana tersebut akan dialokasikan secara proporsional ke masing-masing pilar, dengan prioritas pada pembiayaan usaha mikro yang paling membutuhkan.
Kegiatan pelatihan teknis akan melibatkan pakar bisnis syariah dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Kerjasama dengan lembaga keuangan syariah, seperti Bank Muamalat, juga diharapkan dapat memperluas akses kredit bagi peserta gerakan.
Sebagai langkah lanjutan, PWNU Jatim berencana mengadakan pameran produk halal pada Konbes NU tahun 2025 untuk mempromosikan hasil usaha anggota.
Pameran tersebut akan menampilkan 200 produk dari usaha mikro dan koperasi yang telah bergabung dalam Gerakan Nuconomic.
Pengalaman serupa pada tahun 2022, ketika PWNU Jatim meluncurkan program “Ekonomi Mandiri”, menunjukkan peningkatan signifikan pada kesejahteraan anggota.
Studi internal menunjukkan bahwa 68% peserta program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan keluarga mereka dalam tiga bulan pertama.
Dengan memanfaatkan pelajaran tersebut, Gerakan Nuconomic dirancang lebih terstruktur, berbasiskan data, dan berorientasi pada hasil.
Pengurus PWNU Jatim menegaskan komitmen berkelanjutan dengan membentuk tim monitoring yang terdiri dari ahli ekonomi, sosial, dan keagamaan.
Tim tersebut akan melaporkan progres secara terbuka pada rapat tahunan PWNU Jatim dan publikasi di portal resmi NU.
Saat ini, persiapan akhir menjelang presentasi di Konbes NU sedang berlangsung, dengan target pengesahan resmi gerakan pada akhir Mei 2024.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan