Media Kampung – 14 April 2026 | BP AKR menegaskan pada 13 April 2026 bahwa perusahaan tidak menaikkan harga BBM meski harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan, menegaskan komitmen pada kebijakan pemerintah.
Manajemen BP AKR menyampaikan melalui pernyataan resmi kepada Kompas.com bahwa penyesuaian harga BBM tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengikuti mekanisme yang berlaku di Indonesia.
Perusahaan menyatakan bahwa setiap keputusan harga harus selaras dengan kebijakan energi nasional, sehingga mereka menghormati arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Faktor-faktor utama yang dipertimbangkan meliputi fluktuasi harga minyak mentah global, kondisi pasar domestik, dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, menurut kutipan dalam pernyataan tersebut.
Pemerintah belum menetapkan tanggal pasti untuk penyesuaian harga BBM non‑subsidi, sehingga BP AKR menunggu hasil perhitungan resmi sebelum melakukan perubahan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pada 8 April 2026 bahwa proses perhitungan harga masih berlangsung dan berharap harga Indeks Harga Konsumen (ICP) dapat turun, yang akan memengaruhi keputusan penyesuaian.
Bahlil menambahkan bahwa pemerintah sedang melakukan exercise bersama Pertamina dan pelaku swasta untuk mencapai kesepakatan yang adil bagi semua pihak.
Dengan latar belakang kebijakan tersebut, SPBU swasta, termasuk BP AKR, diperkirakan akan menyesuaikan harga hanya setelah evaluasi pemerintah selesai, bukan secara otomatis mengikuti pergerakan pasar global.
Sementara itu, beberapa jaringan SPBU lain seperti Shell dan Vivo mengalami kekosongan stok di sejumlah wilayah pada pertengahan April 2026, menambah tekanan pada penentuan harga.
BP AKR melaporkan bahwa stok BBM RON 92, BP Ultimate, dan diesel di sebagian besar lokasinya masih tersedia, meskipun distribusi terbatas pada area tertentu.
Kondisi distribusi dan ketersediaan stok menjadi variabel penting yang memengaruhi dinamika harga BBM swasta, selain faktor biaya bahan baku dan nilai tukar.
Manajemen menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM merupakan hasil perhitungan kompleks yang melibatkan harga minyak dunia, biaya logistik, serta kebijakan fiskal dan pajak.
Hingga akhir April 2026, BP AKR masih mempertahankan harga BBM pada level sebelumnya, menunggu arahan final dari pemerintah sebelum melakukan perubahan lebih lanjut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan