Media Kampung – Potensi hujan lebat sepekan di sebagian Jawa Barat menimbulkan kewaspadaan masyarakat sejak Senin, 27 April 2026. BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah yang diprediksi menerima curah tinggi.

Berdasarkan data model numerik, intensitas hujan diperkirakan beralih dari ringan pada pagi hari menjadi sedang hingga lebat pada sore hingga malam. Daerah utama meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bandung, serta Kabupaten Cirebon dan Pangandaran.

Pada rentang waktu 07.00‑13.00 WIB, kondisi cuaca sebagian besar wilayah tetap cerah berawan. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, awan cumulonimbus mulai terbentuk di zona selatan, menandakan potensi turun hujan.

From 13.00‑19.00 WIB, hujan ringan‑sedang diproyeksikan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Kabupaten Sukabumi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Karawang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG mencatat bahwa curah hujan harian di beberapa titik dapat mencapai 80‑120 mm, terutama di daerah pegunungan Barat Jawa. Angka tersebut mendekati ambang batas banjir bandang yang telah ditetapkan.

Pada malam hari, 19.00‑01.00 WIB, awan akan kembali menipis dan kondisi beralih menjadi cerah berawan. Meski demikian, hujan ringan masih dapat terjadi di Kabupaten Indramayu, Purwakarta, serta Majalengka.

Dini hari (01.00‑07.00 WIB) diprediksi tetap berawan dengan peluang hujan minimal. Hal ini memberi kesempatan bagi otoritas setempat untuk melakukan evakuasi dan penyiapan posko.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan 12 posko darurat dan memobilisasi 150 petugas untuk membantu penanganan banjir. Tim SAR daerah siap merespon laporan banjir bandang secara cepat.

Di Kabupaten Bandung, Dinas Penanggulangan Bencana menginstruksikan warga untuk membersihkan selokan dan memindahkan barang berharga ke tempat tinggi. Penggunaan pompa air telah disiapkan di tiga titik rawan.

Sejumlah sekolah di daerah Cianjur menunda kegiatan belajar mengajar hingga hujan mereda. Kementerian Pendidikan menyarankan penggunaan pembelajaran daring bila kondisi tidak memungkinkan.

Analisis BMKG menunjukkan pola atmosfer Asia Tenggara sedang berada dalam fase La Niña, yang memperkuat kelembapan laut Jawa Barat. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir minggu.

Hingga akhir pekan, otoritas tetap memantau perkembangan cuaca dan mengimbau warga untuk mengikuti peringatan resmi. Pemantauan satelit dan radar akan terus diperbarui setiap tiga jam.

Layanan transportasi umum, termasuk KRL dan bus antarkota, mengalami penyesuaian jadwal pada sore hari. Penumpang disarankan memeriksa informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.