Media Kampung – Ratusan warga Nabire berkumpul untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Acara ini menjadi momen penting untuk mengenal lebih dekat konflik pembangunan dan isu kolonialisme modern yang terjadi di tanah Papua.

Film Pesta Babi yang digarap oleh Cypri Paju Dale bersama Dandhy Laksono ini mengangkat cerita masyarakat adat Papua yang menghadapi tantangan besar akibat proyek strategis nasional yang mengancam wilayah adat mereka. Dalam film tersebut, digambarkan bagaimana kedatangan alat berat dan pembangunan besar-besaran berdampak pada kehidupan masyarakat lokal, termasuk pemasangan tanda kepemilikan tanah oleh militer dan aksi perlindungan oleh komunitas adat dengan memasang salib merah sebagai simbol perlawanan.

Acara nobar di Nabire berjalan lancar dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat yang antusias mendengarkan serta berdiskusi setelah pemutaran film. Mereka menilai film ini penting sebagai sarana membuka ruang diskusi dan kesadaran akan persoalan yang selama ini kurang terekspos secara luas.

Pelaksanaan nobar ini berbeda dengan beberapa daerah lain yang sempat mengalami penolakan dan pembubaran oleh warga maupun aparat. Salah satunya di Bogor, di mana kegiatan nobar film Pesta Babi harus dibatalkan karena kekhawatiran menimbulkan keresahan masyarakat setempat, terutama karena lokasi pemutaran dekat dengan pesantren dan belum ada koordinasi dengan pemerintah desa.

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Ciputat juga sebelumnya menggelar nobar film ini tanpa hambatan, menunjukkan bahwa penerimaan terhadap film tersebut bisa bervariasi tergantung konteks dan komunikasi dengan masyarakat sekitar.

Film ini sendiri merupakan hasil investigasi mendalam yang menggabungkan kajian sejarah, antropologi, dan jurnalistik untuk menggambarkan kompleksitas masalah kolonialisme modern yang berlangsung secara sistemik di Papua. Dengan latar belakang proyek besar yang mengubah wajah dan fungsi lahan adat secara masif, film ini mendorong masyarakat untuk melihat isu ini dari berbagai sudut pandang dan meningkatkan kontrol sosial di tingkat lokal.

Hingga kini, pemerintah pusat belum mengeluarkan larangan resmi terkait pemutaran film dokumenter ini. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, pernah menegaskan bahwa tidak ada kebijakan yang melarang kegiatan nobar film Pesta Babi.

Dengan berlangsungnya nobar di Nabire dan beberapa daerah lain, diharapkan film ini dapat menjadi media edukasi sekaligus pemicu diskusi konstruktif mengenai hak masyarakat adat dan dampak pembangunan yang harus diperhatikan secara serius. Kegiatan seperti ini penting untuk memastikan suara masyarakat lokal tidak hilang dalam arus pembangunan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.