Media Kampung – Pemerintah resmi memberlakukan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Bahan bakar ini terdiri dari 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen solar, menggantikan B40. Presiden Prabowo Subianto meresmikan program ini sebagai langkah strategis menuju swasembada energi.

Harga BBM B50 mengikuti formula harga solar yang berlaku. Saat ini, solar subsidi Rp6.800 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter. Pemerintah belum merinci harga spesifik B50, namun dipastikan tidak ada kenaikan dibanding solar biasa.

Keunggulan B50 tidak hanya pada harga, tetapi juga ramah lingkungan karena mengurangi emisi karbon. Selain itu, penggunaan minyak sawit lokal mengurangi ketergantungan impor solar, menghemat devisa negara. Presiden Prabowo menargetkan Indonesia swasembada energi dalam 3-4 tahun ke depan.

Uji coba B50 telah dilakukan sejak Desember 2025 pada berbagai kendaraan, termasuk mobil, truk, alat berat, kapal, dan kereta api. Hasilnya menunjukkan performa mesin tetap optimal, bahkan filter mesin lebih awet dari standar pabrikan. Masa transisi 3 bulan diberikan hingga Oktober 2026 agar seluruh SPBU beralih ke B50.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.