Media Kampung – Jakarta – Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Pengurus Wilayah Jakarta Raya sukses menyelenggarakan Professional Muda ITS Meet Up & Networking sebagai bagian dari rangkaian Youth Leadership Camp (YLC) ke-8. Acara yang digelar di Wisma Pelatihan BNI Slipi, Jakarta, ini mempertemukan 50 alumni muda ITS, mahasiswa tingkat akhir, dan peserta YLC-8 dengan dua alumni ITS yang kini menduduki posisi strategis di tingkat nasional.
Dua pembicara utama yang hadir adalah Munadi Herlambang, Direktur Human Capital Compliance PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan Ken Permana, Direktur Keuangan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Mengusung tema “Where Engineering Meets Leadership & Finance”, forum ini dirancang untuk memberikan wawasan mengenai peluang karier lintas sektor bagi lulusan teknik, sekaligus memperkuat jejaring profesional antaralumni.
Membangun Talenta Lintas Sektor
Ketua IKA ITS PW Jakarta Raya Kusdi Widodo menegaskan bahwa ITS telah melahirkan banyak talenta yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari teknologi dan energi hingga sektor keuangan dan kebijakan publik. “Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa masa depan karier tidak ditentukan oleh jurusan semata, melainkan oleh kemauan belajar, kemampuan beradaptasi, dan kekuatan jejaring yang dibangun,” ujarnya.
Steering Committee YLC-8 Reynuh menambahkan bahwa perubahan lanskap dunia kerja menuntut hadirnya talenta yang mampu menggabungkan kemampuan teknis, bisnis, dan kepemimpinan. “Talenta yang mampu mengintegrasikan engineering mindset, business acumen, dan leadership capability akan memiliki daya saing yang lebih kuat di era transformasi digital,” katanya. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan menghadirkan figur teladan yang relevan bagi generasi muda.
Materi Inspiratif dari Dua Pemimpin Muda
Dalam sesi diskusi, Ken Permana membawakan materi bertajuk “The Mavericks Leap: Breaking the Linear Career Myth”, sedangkan Munadi Herlambang menyampaikan materi “The Architect’s Blueprint: Structural Leadership & Corporate Governance”.
Ken Permana, alumni Teknik Mesin ITS, berbagi pengalaman perjalanan kariernya hingga dipercaya menjabat Direktur Keuangan INALUM pada usia 34 tahun. “Keberanian memulai, kemauan belajar, dan kesiapan menghadapi tantangan baru adalah modal utama untuk mencapai lompatan karier,” katanya.
Sementara itu, Munadi Herlambang menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat. “Engineer harus mampu berbicara dalam bahasa bisnis agar ide teknis dapat dipahami. Fondasi penting, tetapi kemampuan adaptasi yang membuat karier bertahan,” ujarnya. Ia juga memperkenalkan konsep Unlearn, Relearn, and Own sebagai kerangka pengembangan diri bagi generasi muda serta menekankan pentingnya integritas, karakter, dan pengembangan sumber daya manusia dalam membangun karier jangka panjang.
Antusiasme Peserta
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Fawaz, salah seorang peserta, mengaku memperoleh perspektif baru dari pengalaman kedua narasumber. “Mendengar pengalaman Cak Ken dan Cak Munadi memberi perspektif yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain,” ujarnya. Peserta lainnya, Sera, menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan belajar langsung dari para pemimpin industri. “Acaranya rapi dan memberi ruang belajar langsung dari para pemimpin industri. Ini ruang yang jarang kami temukan,” katanya.
Penutupan dan Harapan ke Depan
Kegiatan ditutup dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) IKA ITS serta aktivasi KTA ITS x BNI yang juga berfungsi sebagai kartu debit. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan kolaborasi dalam ekosistem alumni ITS. Pada sesi penutupan, Sekretaris Dewan Pakar IKA ITS PW Jakarta Raya Dzulfikar Arifuddin mengajak peserta memanfaatkan jejaring alumni sebagai modal sosial yang dapat mendukung pengembangan karier dan kepemimpinan. “Jangan hanya membawa pulang foto dan sertifikat. Bawalah pulang relasi, inspirasi, dan komitmen untuk bertumbuh. Networking bukan tentang mengenal banyak orang, tetapi tentang membangun kolaborasi yang menghasilkan dampak,” ujarnya.
Menurut Dzulfikar, IKA ITS diharapkan menjadi wadah yang mempercepat lahirnya generasi pemimpin berikutnya melalui mentoring, coaching, knowledge sharing, dan kolaborasi lintas profesi. IKA ITS PW Jakarta Raya berharap kegiatan ini dapat mendorong lahirnya lebih banyak alumni muda yang unggul secara teknis, memiliki wawasan bisnis, serta siap mengambil peran kepemimpinan di berbagai sektor strategis.
Youth Leadership Camp (YLC) merupakan program pengembangan kepemimpinan IKA ITS yang dirancang untuk menyiapkan pemimpin muda yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas. Tahun 2026 merupakan penyelenggaraan YLC yang ke-8 dengan melibatkan peserta dari berbagai wilayah, profesi, dan angkatan alumni ITS.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan