Media Kampung – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan pembagian dividen final sebesar US$450 juta atau sekitar Rp7,9 triliun untuk tahun buku 2025, menunjukkan keberhasilan perusahaan batu bara nasional ini mempertahankan kinerja stabil di tengah dinamika sektor energi. Dividen ini setara dengan 59% dari laba bersih, memberikan yield sekitar 5,5%, sekaligus menjadi bukti konsistensi Adaro dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang sahamnya.
Pembagian dividen ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada Mei 2026, di mana pemegang saham menyetujui nilai dividen final US$0,026 per saham atau sekitar Rp453 per saham dengan kurs Rp17.654 per dolar AS. Sebelumnya, AADI juga telah membagikan dividen interim senilai US$250 juta pada November 2025, menandakan strategi pembagian keuntungan yang berkelanjutan meski menghadapi beberapa tantangan pasar.
Meski laba bersih AADI pada kuartal I-2026 tercatat menurun 27% secara tahunan menjadi US$143 juta, analis memperkirakan produksi batu bara akan mulai pulih pada kuartal kedua tahun ini, seiring membaiknya kondisi cuaca setelah siklus El Nino. Proyeksi produksi tahun 2026 diperkirakan mencapai 68,6 juta ton, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, sementara volume penjualan diprediksi turun menjadi 71,8 juta ton dari 75,1 juta ton pada 2025. Penurunan volume penjualan ini diharapkan dapat diimbangi dengan kenaikan harga jual rata-rata.
Kinerja Adaro yang tetap solid juga terlihat dari operasi yang berjalan normal selama pandemi Covid-19, di mana permintaan batu bara tetap terjaga karena sebagian besar konsumennya adalah pembangkit listrik yang harus terus beroperasi. Presiden Direktur Adaro Energi, Garibaldi Thohir, menyatakan bahwa pasar global yang tersebar membuat penjualan batu bara perusahaan tetap stabil, meskipun ada beberapa negara seperti India dan China yang mengalami penurunan permintaan sementara waktu akibat kebijakan lockdown.
Selain fokus pada bisnis batu bara, Adaro juga menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan. Sepanjang 2023, PT Adaro Energy Indonesia Tbk dan anak perusahaannya berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 1.143.399 joule dan mengurangi emisi karbon dioksida sebanyak 126.915 ton CO2 equivalen. Selain itu, mereka juga menghemat penggunaan air hingga 803.646 meter kubik.
Adaro menerapkan berbagai inisiatif ramah lingkungan, termasuk program sosial dan pengembangan pascatambang. Salah satunya adalah Taman Wisata Menanti Laburan di Kabupaten Tabalong, yang menawarkan edukasi lingkungan dan rekreasi berbasis konsep Eco Sport Edutainment. Program ini tidak hanya membantu pelestarian keanekaragaman hayati dengan penanaman ratusan pohon langka, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pengelolaan sumber daya air pascatambang juga dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan air tawar, seperti pembudidayaan ikan nila, gurami, dan patin, yang mendukung ekonomi lokal. Garibaldi Thohir menekankan bahwa upaya perusahaan tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga pada kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai inovasi sosial dan lingkungan.
Dengan langkah strategis pembagian dividen yang menarik dan keberlanjutan operasi yang diiringi komitmen lingkungan, Adaro Andalan Indonesia terus menunjukkan peran pentingnya dalam sektor energi nasional sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui pengelolaan yang cermat di masa penuh tantangan, Adaro menjadi salah satu pilar utama industri batu bara Indonesia yang mampu beradaptasi dan tumbuh di tengah ketidakpastian global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan