Media Kampung – Bitcoin menghadapi risiko memulai tren penurunan berikutnya karena harga masih gagal menembus level resistensi penting di angka $82.000. Para trader kini terbagi pandangan soal arah pergerakan Bitcoin selanjutnya, dengan sejumlah analis memperkirakan harga akan turun kembali.
Sepanjang bulan Mei 2026, harga Bitcoin bergerak dalam rentang yang ketat, dengan level $82.000 menjadi batas atas yang belum mampu ditembus. Data dari akun trading JDK Analysis menunjukkan bahwa harga masih berada dalam nilai wajar dan berputar di sekitar puncak rentang tersebut, sementara gap pada kontrak futures CME dan garis tren 200 hari tetap menjadi hambatan signifikan bagi kenaikan lebih lanjut.
Beberapa pengamat pasar seperti CGT Trader memperkirakan harga Bitcoin kemungkinan akan kembali menguji zona support yang sebelumnya pernah memantul, dan kemungkinan besar akan menembus ke bawah level tersebut. Sementara itu, trader BitBull memperingatkan potensi tekanan harga yang berkepanjangan ke arah bawah setelah Bitcoin gagal merebut kembali level $82.000.
Meski begitu, ada juga pandangan optimistis dari beberapa pihak. Cryptic Trades memprediksi Bitcoin akan mengejar ketertinggalan dengan pasar saham Amerika Serikat yang masih mencetak rekor tertinggi baru. Trader Cai Soren juga menyoroti sinyal bullish dari indikator Bollinger Bands yang menunjukkan adanya pembelaan kuat dari para pembeli pada level support saat ini.
Data dari CoinGlass mengindikasikan bahwa aksi likuidasi di pasar kripto cukup seimbang antara posisi long dan short, dengan total likuidasi dalam 24 jam mencapai sekitar $330 juta. Hal ini mencerminkan ketegangan pasar yang masih tinggi dan potensi volatilitas yang berlanjut.
Dengan kondisi harga yang terus bergerak dalam rentang dan belum mampu menembus level kunci, para pelaku pasar kini lebih berhati-hati dalam menentukan langkah selanjutnya. Pengamatan terhadap reaksi harga di zona support dan resistensi ini akan menjadi penentu arah pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan