Media Kampung – Eric Barone, pengembang di balik game indie populer Stardew Valley, menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan teknologi AI dalam proses kreatifnya. Ia lebih memilih mengandalkan kreativitas manusia sebagai prioritas utama dalam berkarya.
Dalam sebuah wawancara dengan media GameInformer, Barone mengungkapkan bahwa penggunaan AI dalam bidang seni dan kreativitas berisiko menghilangkan elemen keaslian yang hanya bisa dihadirkan oleh manusia. Ia berpendapat bahwa menyerahkan proses kreatif kepada algoritma sama dengan melepas kendali atas ekspresi diri yang ingin disampaikan.
“Saya percaya bahwa setiap langkah yang melibatkan AI dalam kreativitas akan mengurangi nilai asli dari karya tersebut, kecuali dalam kasus-kasus sangat spesifik,” ujar Barone. Ia menilai bahwa AI adalah mesin tanpa jiwa, sehingga tidak mampu menggantikan sentuhan manusia yang unik dan penuh makna dalam berkarya.
Barone juga menyampaikan bahwa jika membutuhkan bantuan dalam proses kreatif, lebih baik mencari dukungan dari sesama manusia daripada mengandalkan mesin. Baginya, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengekspresikan diri jauh lebih bermakna dibandingkan menggunakan alat tanpa jiwa seperti AI.
Pernyataan Barone ini sejalan dengan kritik dari sejumlah tokoh lain di industri game dan hiburan yang juga meragukan kemampuan AI dalam menghasilkan karya yang benar-benar orisinal dan bernilai seni. Beberapa di antaranya menyebut AI sebagai sesuatu yang ‘tanpa jiwa’ dan hasilnya cenderung generik.
Meskipun demikian, Barone tidak menutup kemungkinan penggunaan teknologi pembelajaran mesin untuk membantu mengurangi pekerjaan yang bersifat rutin dan repetitif dalam proses produksi game, seperti yang dilakukan oleh beberapa studio besar. Namun, ia tetap mengutamakan kompleksitas dan keunikan yang hanya bisa dihadirkan oleh tangan dan pikiran manusia.
Saat ini, Barone tengah mengerjakan proyek baru berjudul Haunted Chocolatier, yang juga dinantikan oleh banyak penggemar. Pendekatan kreatifnya yang menolak bergantung pada AI diharapkan tetap memberikan hasil karya yang autentik dan penuh jiwa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan