Media Kampung – 15 April 2026 | PT Telkom Indonesia memperkuat ekosistem kecerdasan buatan, membatalkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan, serta meluncurkan program pelatihan AI bagi 260 pengusaha UMKM perempuan, menegaskan komitmen perusahaan terhadap transformasi digital nasional.
Kolaborasi antara Telkom dan Katadata Indonesia diselenggarakan pada 10 April 2026 di Auditorium Universitas Udayana, Badung, dalam rangka program Data Unboxed @Campus yang mengusung tema “Strengthening Indonesia’s AI Ecosystem: From Campus Innovation to National Impact”.
Prof. I Ketut Sudarsana, Rektor Universitas Udayana, menekankan pentingnya pemanfaatan AI secara inklusif di semua sektor serta menyerukan kolaborasi multipihak antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk menciptakan dampak nyata melalui riset berkelanjutan.
Andri Herawan Sasoko, Wakil Presiden Corporate Communication Telkom, menyatakan AI telah menjadi fondasi strategis yang mendorong daya saing bangsa dan menegaskan bahwa kampus berperan sebagai pusat pengembangan talenta, sementara industri berfungsi sebagai akselerator implementasi.
Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) mengoperasikan lima pilar utama: AI Campus untuk riset dan pengembangan talenta, AI Playground untuk prototipe, AI Connect untuk kolaborasi lintas sektor, AI Hub sebagai pusat solusi, serta AI Native yang fokus pada penerapan AI internal perusahaan.
Program Data Unboxed @Campus menyediakan akses ke platform data Databoks milik Katadata, meningkatkan literasi data peserta dan memperluas kemampuan analisis melalui sesi diskusi interaktif antara pelaku industri dan mahasiswa.
Sebagai wujud dukungan konkret, Telkom bersama Katadata menempatkan satu unit komputer desktop di perpustakaan Universitas Udayana yang dilengkapi akses premium Databoks selama satu tahun serta memberikan langganan gratis satu bulan kepada 100 mahasiswa.
Pada 15 April 2026, Telkom secara resmi membatalkan RUPSLB yang semula dijadwalkan pada 24 April 2026 pukul 14.00 WIB, mengacu pada informasi yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jati Widagdo, Senior Vice President Corporate Secretary Telkom, menjelaskan bahwa rapat tersebut awalnya direncanakan secara daring, namun pembatalan membuat semua pengumuman sebelumnya tidak berlaku dan perusahaan akan mengumumkan jadwal baru di kemudian hari.
Pembatalan RUPSLB menimbulkan pertanyaan di kalangan pemegang saham mengenai alasan keputusan tersebut, sementara perusahaan menegaskan bahwa tidak ada perubahan struktural yang mempengaruhi hak kepemilikan atau kebijakan dividend.
Di sisi lain, pada 15 April 2026 Telkom meluncurkan program “Kartini in Technology” yang melibatkan 260 perempuan pelaku UMKM dari berbagai daerah melalui pelatihan daring dan luring, fokus pada penerapan AI dalam pemasaran, copywriting, visual produk, dan produksi video.
Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi AI merupakan langkah penting untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan meningkatkan daya saing bisnis perempuan Indonesia.
Program pelatihan ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi, serta menjadi bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang bernama “Bisa PandAI”.
Secara keseluruhan, kombinasi antara penguatan ekosistem AI di kampus, penyesuaian jadwal RUPSLB, dan pelatihan AI bagi UMKM perempuan menggambarkan strategi Telkom yang berorientasi pada inovasi, inklusivitas, dan kontribusi terhadap perekonomian digital Indonesia.
Ke depan, Telkom berjanji akan terus mengembangkan infrastruktur digital, memperluas kolaborasi dengan institusi akademik, serta mengumumkan kembali jadwal RUPSLB yang baru, memastikan transparansi dan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan