Media Kampung – 15 April 2026 | Shell Indonesia resmi mengumumkan Andri Pratiwa sebagai Presiden Direktur sekaligus Country Chair yang baru, efektif mulai 1 Mei 2026, menggantikan Ingrid Siburian yang telah menjabat sejak 2022.

Penunjukan ini dilakukan di tengah fase penting transformasi bisnis, dimana perusahaan menekankan penguatan posisi di pasar pelumas domestik serta diversifikasi portofolio energi.

Selain menjabat sebagai kepala perusahaan di Indonesia, Andri tetap melanjutkan perannya sebagai General Manager Lubricants Indonesia, memastikan kesinambungan strategi pelumas yang telah berjalan.

Ingrid Siburian akan tetap berada dalam struktur manajemen sebagai General Manager Mobility, bertugas mengawasi operasional harian dan memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar.

Transformasi tersebut juga mencakup rencana penyerahan seluruh jaringan SPBU Shell kepada joint venture antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group, yang diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi bahan bakar.

Penyerahan aset SPBU diproyeksikan akan mempercepat modernisasi jaringan, sekaligus memberi ruang bagi Shell untuk lebih fokus pada bisnis pelumas dan solusi energi berbasis teknologi.

Beberapa bulan terakhir, sejumlah SPBU Shell mengalami kelangkaan bahan bakar, meski layanan servis kendaraan tetap beroperasi untuk menjaga kepuasan pelanggan.

Dalam pernyataannya, Andri menegaskan komitmen Shell Indonesia untuk terus berinvestasi dalam sektor manufaktur, khususnya melalui pengembangan pabrik pelumas di Marunda, Jakarta Utara.

Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas manufaktur gemuk (grease) sedang dalam tahap akhir, yang akan melengkapi lini produksi pelumas dan memperluas kapasitas produksi domestik.

“Kami terus berinvestasi dalam bisnis pelumas, termasuk pabrik greasenya, untuk mendukung pertumbuhan industri nasional,” ujar Andri Pratiwa dalam konferensi pers resmi.

Andri juga menyoroti peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama di sektor manufaktur, yang menjadi prioritas investasi Shell untuk menciptakan nilai jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa tidak ada rencana penurunan investasi meskipun perusahaan sedang merestrukturisasi aset SPBU, demi menjaga stabilitas pasar energi dalam negeri.

Pihak manajemen menegaskan bahwa proses transisi kepemimpinan dijalankan tanpa gangguan operasional, berkat koordinasi yang intens antara tim internal, regulator, dan mitra strategis.

Pemerintah Indonesia menyambut langkah Shell dalam memperkuat bisnis pelumas serta percepatan alih kepemilikan SPBU sebagai upaya meningkatkan ketahanan energi nasional.

Analis industri menilai bahwa fokus baru pada pelumas dapat meningkatkan margin keuntungan Shell di pasar domestik, mengingat tingginya permintaan sektor otomotif dan industri berat.

Sementara itu, konsumen diharapkan akan kembali menikmati pasokan BBM yang stabil setelah proses alih kepemilikan selesai dan jaringan SPBU kembali optimal.

Hingga akhir April 2026, Shell Indonesia terus memantau ketersediaan bahan bakar, memperkuat layanan di SPBU yang masih beroperasi, dan berkomitmen menjaga kualitas serta keandalan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.