Media Kampung – Konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu terus berlanjut. Awalnya berfokus pada gugatan hak asuh anak, kini perdebatan keduanya meluas ke masalah nafkah anak.
Sebelumnya, pihak Sarwendah mengklaim telah melakukan audit terhadap nafkah dan pengeluaran anak-anak mereka. Namun, hal ini mendapatkan respon mengejutkan dari Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang. Ia menegaskan bahwa audit tersebut keliru dan tidak memenuhi standar audit yang sebenarnya.
“Audit itu harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Itu baru namanya audit. Tapi kalau kita mengaudit diri kita sendiri, itu bukan audit namanya. Itu hanya pengecekan balance pengeluaran,” kata Minola Sebayang.
Minola Sebayang menduga bahwa Sarwendah melakukan audit keuangan secara mandiri. Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai transparansi dan keadilan, audit keuangan harus melibatkan auditor independen dari pihak ketiga. Auditor tersebut harus ditunjuk oleh pemilik anggaran atau disepakati bersama kedua belah pihak.
“Audit itu harus dilakukan oleh orang yang ditunjuk oleh pemilik anggaran, atau ditunjuk bersama-sama agar tercipta yang namanya fairness. Dan orang yang menggunakan anggaran itu harus membuka seluas-luasnya akses bagi seorang auditor untuk memeriksa semua catatan keuangan. Itu baru namanya audit,” tegasnya.
Lebih lanjut, Minola mengimbau pihak Sarwendah untuk tidak mengaburkan makna istilah audit dengan definisi subjektif kepada publik. Ia memberikan contoh, “Sama seperti appraisal, misalnya, saya sudah meng-appraisal rumah saya sekian miliar. Semua orang pasti akan menghargai rumahnya mahal, tapi apakah itu valid? Yang valid itu kalau kita menunjuk independen appraisal. Audit juga seperti itu. Maka saya hanya bisa tersenyum ya kalau misalnya ada kata-kata audit sendiri,” pungkas Minola Sebayang.














