Media Kampung – Konsul Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Darianto Harsono, memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru saja dibebaskan oleh militer Israel dalam keadaan selamat meskipun mengalami kelelahan fisik. Para relawan tersebut tiba di Istanbul setelah menjalani masa penahanan di Israel.

Darianto menjelaskan bahwa saat bertemu pada Kamis sore, kondisi para WNI memang terlihat lelah secara fisik, tetapi mereka masih mampu berjalan dan berkomunikasi dengan baik. Selain itu, Menteri Luar Negeri Sugiono sempat melakukan panggilan video untuk memastikan kondisi mereka tetap sehat dan siap dipulangkan ke Indonesia.

Para relawan menceritakan pengalaman pahit selama ditahan oleh militer Israel, termasuk menghadapi tindakan kekerasan seperti dipukul, ditendang, dan disetrum. Beberapa dari mereka mengalami luka lebam di sekitar mata dan rasa nyeri di bagian tubuh tertentu akibat penyiksaan tersebut.

Darianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mengecam keras perlakuan kekerasan ini karena dianggap melanggar nilai kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apapun. Setelah tiba di Istanbul, para relawan menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada luka dalam yang serius, meskipun terdapat trauma fisik akibat penyiksaan. Para dokter hanya menyarankan agar relawan beristirahat dan mengonsumsi obat pereda nyeri. Pemeriksaan kesehatan lanjutan juga dianjurkan ketika mereka kembali ke Indonesia.

Salah satu keluarga WNI, Denisa, mengungkapkan rasa syukurnya atas proses pemulangan suaminya, Bambang Noroyono, yang merupakan salah satu korban penyekapan militer Israel. Saat ini, Bambang sudah berada di Istanbul dan keluarga telah mendapatkan konfirmasi jadwal penerbangan menuju Indonesia dalam waktu dekat.

Denisa juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan suaminya baru terjalin pada Jumat sore setelah sulit memperoleh kabar sebelumnya. Komunikasi ini difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Turki dan berlangsung singkat karena keterbatasan alat komunikasi yang dimiliki para relawan.

Para WNI sebelumnya membuang sebagian perangkat telepon genggam ke laut demi keamanan, sehingga hanya tersisa satu alat komunikasi yang digunakan untuk berhubungan dengan keluarga dan pemerintah Indonesia. Denisa menyatakan bahwa meskipun suaminya mengalami kekerasan selama penahanan, kondisinya tetap sehat.

Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia yang berupaya memastikan keselamatan WNI di tengah konflik yang melibatkan militer Israel. Pemeriksaan lanjutan dan pemulangan ke tanah air menjadi prioritas untuk memulihkan kondisi para relawan tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.